Festival durian di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) berakhir ricuh. Banyak warga yang telah membeli karcis tapi tidak kebagian durian.
"Tadi banyak sekali warga beli tiket tapi tidak kebagian durian," kata seorang warga bernama Faizal kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Ia mengeluhkan penyelenggara yang tidak becus untuk mengelola acara festival durian yang berlangsung di Kebun Raya Massenrempulu pada Selasa (30/6). Seharusnya kata dia, panitia mampu menyediakan stok durian dan karcis agar yang membayar tiket bisa mendapatkan haknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kecewa itu karena rugi karcis. Wajar kalau kami marah karena keluar ki tanpa bawa durian padahal ada mi karcis sudah dibeli," terangnya.
Pj Sekda Enrekang Zulkarnain mengakui tingginya animo masyarakat terhadap festival tersebut. Atas nama panitia, ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan secara maksimal.
"Iya, sangat tinggi animo masyarakat. Niat awal kami adalah memberikan pasar kepada petani durian di desa-desa, pedagang UMKM, dan pedagang durian agar memiliki ruang untuk mendapatkan pasar yang lebih luas," kata Zulkarnain.
Dia mengatakan dirinya berada langsung di lokasi saat acara berlangsung. Menurutnya, memang terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan kegiatan akibat tingginya antusiasme masyarakat, namun dia mengklaim kondisi tersebut tidak sampai menimbulkan kericuhan.
"Saya berada di lokasi. Memang ada beberapa tantangan, tetapi alhamdulillah tidak ada kericuhan," jelasnya.
Ia menjelaskan, konsep festival sejak awal dirancang untuk tidak hanya menjadi ajang promosi durian lokal, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, panitia menyediakan dua area layanan, yakni area durian gratis dan area durian berbayar yang dikelola langsung oleh para pedagang.
"Venue sebenarnya kami bagi menjadi dua, yaitu durian gratis dan durian berbayar dari para pedagang. Jadi ketersediaan durian sebenarnya sudah kami optimalkan," ujarnya.
Menurut Zulkarnain, tingginya jumlah pengunjung menjadi indikator besarnya minat masyarakat terhadap Festival Durian Enrekang. Ke depan, evaluasi akan dilakukan agar penyelenggaraan kegiatan serupa dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada seluruh pengunjung tanpa mengurangi tujuan utama festival sebagai wadah promosi bagi petani dan pelaku UMKM lokal.
"Jadi kalau ada masyarakat yang tidak terlayani dengan sempurna, maka atas nama panitia kami memohon maaf yang sebesar-besarnya," imbuhnya.
Dalam video yang beredar tampak banyak warga mengeluhkan yang telah membeli tiket atau karcis untuk Festival Durian namun tidak mendapatkan durian. Warga terlihat pulang dengan ekspresi kecewa sembari berteriak ke panitia.
(asm/ata)
