Temuan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Jayapura Tak Ada Habisnya

Temuan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Jayapura Tak Ada Habisnya

Tim BeritaKlik - detikSulsel
Sabtu, 04 Jul 2026 07:30 WIB
Tim Jibom Polda Papua mengevakuasi bom jenis mortir yang ditermukan warga di Jayapura.
Foto: Tim Jibom Polda Papua mengevakuasi bom jenis mortir yang ditermukan warga di Jayapura. (dok. Istimewa)
Jayapura -

Penemuan bom hingga mortir peninggalan Perang Dunia (PD) II seakan tidak ada habisnya di Kabupaten Jayapura, Papua. Pihak kepolisian setidaknya menerima enam laporan penemuan peledak tersebut oleh warga.

Dalam catatan pemberitaan BeritaKlik, temuan bom sisa perang dunia II di Jayapura masif terjadi sejak awal Juni 2026. Simak selengkapnya rinciannya:

Temuan Bom di Distrik Sentani Pada 2 Juni 2026

Mortir pertama kali ditemukan oleh warga di kawasan Jalan Ariyau, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (2/6/2026) siang. Peledak itu pertama kali ditemukan warga saat sedang mencari ikan di sekitar kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benda tersebut merupakan bom mortir peninggalan Perang Dunia II dengan ukuran panjang sekitar 85 sentimeter, diameter 18 sentimeter dan berat kurang lebih 10 kilogram," kata Kapolsek Sentani Kota AKP Bernadus Yunus Ick dalam keterangannya, Selasa (2/6).

Penemuan bermula saat seorang warga bersama temannya sedang mencari ikan di sepanjang Kali Ariyau. Saat hendak menggali tanah untuk membuat perangkap ikan, mereka menemukan sebuah benda besi berbentuk menyerupai jantung pisang.

ADVERTISEMENT

"Sesaat kemudian benda tersebut mengeluarkan asap. Menyadari adanya potensi bahaya setelah salah satu temannya menyebut benda itu sebagai bom, mereka segera meninggalkan lokasi," ujarnya.

Temuan itu lalu dilaporkan ke polisi. Setibanya di lokasi, petugas segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan sterilisasi area.

Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua menyusul tiba di lokasi melakukan penanganan. Bom itu kemudian dimusnahkan.

"Sisa material hasil disposal diamankan oleh Unit Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua untuk kepentingan penyelidikan dan penanganan lebih lanjut," kata Bernadus.

Temuan Mortir di Silas Papare Jayapura pada 3 Juni 2026

Hanya berselang satu hari, polisi kembali menerima laporan penemuan peledak. Kali ini, petugas menerima penemuan mortir di lahan garapan Dister Parako 3 Pasgat di sekitar samping Lapangan Tembak Lanud Silas Papare, Kampung Doyo Baru Hinekombe, Distrik Waibu, Rabu (3/6) sekitar pukul 18.50 WIT.

"Benar telah diterima laporan adanya dugaan temuan dua benda yang diduga mortar," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).

"Benda tersebut ditemukan warga saat melakukan aktivitas mencangkul di area kebun. Dari hasil temuan awal, benda diduga merupakan amunisi jenis mortir peninggalan Perang Dunia II," tuturnya.

Aparat sempat menutup akses sekitar lokasi dan mengimbau warga agar menjauhi area temuan guna menghindari potensi bahaya. Tim Jibom Satbrimob Polda Papua lalu mengambil alih penanganan bahan peledak.

"Saat ini personel sudah melakukan langkah pengamanan awal dan akan dilakukan identifikasi serta penanganan oleh tim Jibom," beber Cahyo.

Penemuan Mortir di Distrik Waibu Jayapura pada 7 Juni 2026

Hanya berselang tiga hari sejak penemuan di Silas Papare, warga kembali melaporkan penemuan mortir. Kali ini, peledak itu ditemukan di Kompleks Wawung depan BTN Doyo Grand, Distrik Waibu, itu dievakuasi sehari setelah ditemukan tepatnya pada Minggu (7/6) 11.05 WIT.

"Berdasarkan informasi yang dihimpun, mortir tersebut diduga merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan oleh seorang warga," kata Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).

"Tim berhasil mengamankan satu buah bom jenis mortir dan memasukkannya ke dalam kendaraan dinas Den Gegana Sat Brimob Polda Papua untuk dibawa ke lokasi yang aman guna penanganan lebih lanjut," jelasnya.

Dionisius mengimbau warga agar segera melapor jika menemukan benda berbahaya serupa lainnya. Masyarakat diminta tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka benda yang dicurigai sebagai bahan peledak.

"Mengingat wilayah Kabupaten Jayapura merupakan salah satu daerah yang memiliki sejarah pertempuran pada masa perang dunia, tidak menutup kemungkinan masih terdapat benda-benda sejenis yang belum ditemukan," ucap Dionisius.

Bom Kembali Ditemukan di Distrik Waibu pada 24 Juni 2026

Memasuki Rabu (24/6/2026), polisi kembali menerima penemuan bom di Distrik Waibu. Kali ini, bom ditemukan warga di belakang Kompleks BTN Daime-Daime, Doyo Baru, Distrik Waibu, Jayapura.

"Penemuan benda yang diduga merupakan sisa amunisi peninggalan perang yang berpotensi membahayakan keselamatan warga apabila tidak segera ditangani oleh petugas yang berwenang," kata Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).

Personel langsung berkoordinasi dengan warga yang pertama kali menemukan bom tersebut. Tim Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua lalu melakukan pemeriksaan dan identifikasi terhadap bom yang ditemukan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, benda tersebut diketahui merupakan mortir dengan panjang sekitar 23 sentimeter, diameter 6 sentimeter dan berat kurang lebih 450 gram," tuturnya.

"Mengingat benda tersebut masih berpotensi menimbulkan bahaya, tim Jibom segera mengambil langkah-langkah pengamanan sesuai prosedur standar penanganan bahan peledak," tambah Dionisius.

Penemuan Granat di Tempat Pembuangan Sampah pada 27 Juni 2026

Polisi juga menerima laporan penemuan dua granat diduga sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II ditemukan di tempat pembuangan sampah Lanud Silas Papare di Kabupaten Jayapura, Papua. Bahan peledak itu langsung dimusnahkan Tim Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua di lokasi kejadian.

Pemusnahan dua granat jenis nanas tipe 97 berlangsung di lokasi Tempat Pembuangan Sampah Lanud Silas Papare, Kabupaten Jayapura, Sabtu (27/6) sekitar pukul 16.30 WIT. Kedua granat tersebut sudah tidak memiliki sistem pengaman sehingga dinilai sangat berisiko apabila dipindahkan

"Kedua granat tersebut pertama kali ditemukan oleh dua anggota Yonko 481 Kopasgat saat membuang sampah di area pembuangan sampah Lanud Silas Papare," kata Kasi Humas Polres Jayapura AKP Priyono dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).

Priyono memastikan proses disposal berhasil dilaksanakan dengan aman dan terkendali. Tim melanjutkan pembersihan area untuk memastikan lokasi benar-benar aman dari sisa material bahan peledak.

"Dari hasil identifikasi, granat yang dimusnahkan merupakan granat jenis nanas tipe 97 yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II dengan berat sekitar satu kilogram, berdiameter kurang lebih lima sentimeter dan panjang sekitar sepuluh sentimeter," paparnya.

Penemuan Mortir di Distrik Jayapura Selatan pada 3 Juli 2026

Terbaru, bahan peledak aktif itu ditemukan dalam galian fondasi rumah warga di Jalan Santarosa, belakang Gudang Dolog, Kelurahan Ardipura, Distrik Jayapura Selatan, Kamis (2/7) Siang. Polisi pun turun tangan ke lokasi kejadian.

"Masyarakat melaporkan penemuan sebuah mortir aktif peninggalan Perang Dunia II di lokasi galian fondasi rumah," kata Kapolresta Jayapura Kota Kombes Fredrickus WA Maclarimboen dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Tim Unit Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua yang dikerahkan mengevakuasi bom. Selanjutnya, bom itu dimusnahkan (disposal).

"Mortir yang ditemukan memiliki panjang sekitar 23 sentimeter, berat kurang lebih 2 kilogram, dan berdasarkan hasil pemeriksaan merupakan mortir aktif peninggalan Perang Dunia II," ujarnya.

"Setelah berhasil diangkat dari lokasi penemuan, mortir kemudian diamankan dan dibawa ke Buper Waena, Distrik Heram, untuk selanjutnya dilakukan disposal oleh tim Jibom," tambah Fredrickus.




(hmw/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads