Sulsel Jadi Tuan Rumah HUT ke-46 Dekranas, Dorong UMKM "Naik Kelas"-Targetkan Rekor MURI

Sulsel Jadi Tuan Rumah HUT ke-46 Dekranas, Dorong UMKM "Naik Kelas"-Targetkan Rekor MURI

Al Khoriah Etiek Nugraha - detikSulsel
Selasa, 07 Jul 2026 15:07 WIB
Ketua Panitia Harian HUT ke-46 Dekranas, Sukarniaty Kondolele (baju putih) dalam Konferensi Pers HUT Dekranas 46 di Claro Hotel, Makassar, Selasa (7/7/2026).
Foto:Ketua Panitia Harian HUT ke-46 Dekranas, Sukarniaty Kondolele (baju putih) dalam Konferensi Pers HUT Dekranas 46 di Claro Hotel, Makassar, Selasa (7/7/2026). (Al Khoriah/detikSulsel)
Makassar -

Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi tuan rumah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) tahun 2026. Mengusung tema "Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia", perayaan berskala nasional ini difokuskan sebagai momentum besar untuk mendorong produk UMKM wastra dan kriya lokal agar bisa "naik kelas" menembus pasar global.

Rangkaian pameran dan acara puncak HUT ke-46 Dekranas ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 9 hingga 12 Juli 2026. Kegiatan pameran akan dipusatkan di Trans Studio Mall (TSM) Makassar.

"Jadi banyak harapan dari tema ini. Kita juga mengusung pameran yang tentu saja subtansinya berkaitan dengan wastra dan kriya," ujar Ketua Panitia Harian HUT ke-46 Dekranas, Sukarniaty Kondolele dalam konferensi pers di Makassar, Selasa (7/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan pameran dan acara-acara HUT Dekranas ini menjadi akses yang lebih luas terhadap pemberdayaan UMKM kriya dan wastra. Sebagaimana tema yang diusung, yakni agar produk UMKM wastra dan kriya dapat bersaing secara global.

"Kita harapkan boleh dikatakan naik kelas dibandingkan yang saat ini. Tentu kita harapkan (UMKM) tidak hanya berkiprah di kancah nasional tetapi juga internasional, makanya ada kata perajin mendunia," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Sebagai tuan rumah, panitia daerah mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan besar yang diberikan ke Sulsel. Momentum ini dipandang sebagai kesempatan emas untuk memperlihatkan potensi kriya lokal ke seluruh penjuru tanah air sekaligus membuka peluang kemitraan strategis.

"Kita berharap tidak hanya sebagai tuan rumah tapi juga memperlihatkan, inilah kesempatan bagi kita untuk mempromosikan, mensosialisasikan, memperkenalkan potensi khususnya berkaitan dengan wastra kriya kita kepada selindo (seluruh Indonesia)," jelasnya.

Melalui pertemuan para perajin dari berbagai daerah, panitia berharap lahir kolaborasi dan perpaduan inovasi yang dapat meningkatkan daya saing produk UMKM.

Perdana Dilaksanakan di Mal

Sebagaimana disebutkan, pameran UMKM dalam rangka HUT ke-46 Dekranas akan digelar di TSM Makassar. Sukarniaty menjelaskan, mengambil lokasi di mal ini perdana dilaksanakan dan menjadi terobosan baru untuk mensosialisasikan serta memperkenalkan UMKM matra dan kriya kepada masyarakat.

Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah arus pengunjung yang tinggi. Pada hari biasa (weekday), kunjungan mal berkisar 5.000 hingga 7.000 orang, sedangkan pada akhir pekan (weekend) melonjak hingga 20.000 sampai 40.000 pengunjung.

"Pertimbangan, akses UMKM matra dan kriya ini bisa lebih dekat kepada masyarakat dan bisa lebih impulsif. Tentu hal ini bisa membantu sosialisasi atau membantu UMKM kita dalam memperkenalkan produknya. Karena pangsa pasar di mal tentu saja tidak sama kalau kita melakukan di convention dan sebagainya. Pengunjung juga lebih variatif," jelasnya.

Rangkaian Acara Budaya dan Sektor Fesyen

Penyelenggaraan tahun ini dirancang unik dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di antaranya terdapat festival kuliner yang diikuti stan dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel, layanan cek kesehatan gratis, serta aksi jalan sehat "Anti Mager".

Tidak hanya itu, pada HUT ke-46 Dekranas ini, tuan rumah juga akan menyajikan cultural performance atau pertunjukan seni dari daerah-daerah di Sulsel. Terdapat pula agenda gala dinner bertajuk Malam Budaya. Acara makan malam ini akan dipadukan dengan sesi motivasi spiritual yang dibawakan oleh dai kondang, Ustaz Das'ad Latif.

Sedangkan di sektor fesyen, agenda fashion show pada acara puncak bakal memamerkan aneka ragam wastra unggulan khas Sulawesi Selatan. Produk premium seperti kain sutera, tunik khas Toraja, hingga kain tenun Kajang Bulukumba akan dipamerkan secara khusus untuk menarik minat pasar yang lebih luas.

Incar Rekor MURI "Minum MMS Serentak 54.000 Ibu Hamil"

Bukan hanya berfokus pada penguatan ekonomi kreatif dan inovasi perajin, perhelatan HUT ke-46 Dekranas di Sulsel ini juga membidik pencapaian besar di sektor kesehatan melalui pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Rekor yang diincar berkaitan dengan program kesehatan nasional baru dari pemerintah untuk ibu hamil, yaitu gerakan "Minum MMS Serentak Oleh 54.000 Ibu Hamil". MMS (Multiple Micronutrient Supplement) merupakan tablet suplemen nutrisi lengkap bagi ibu hamil yang menjadi program baru pemerintah pusat.

Pencanangan rekor MURI ini akan dipusatkan di Hotel Claro Makassar pada pukul 10.00 Wita secara hibrid, serta terhubung langsung secara serentak ke 24 kabupaten/kota se-Sulsel. Guna memberikan dampak yang lebih luas, para ibu hamil nantinya akan didampingi oleh suami masing-masing sebagai bentuk edukasi mengenai keterlibatan peran kepala keluarga selama masa kehamilan. Karena merupakan program baru dari pemerintah, panitia optimis rekor MURI ini akan mencetak sejarah baru yang belum pernah ada sebelumnya.




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads