Kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyerang dan membakar pos milik PT Kristalin Ekalestari di Nabire, Papua Tengah, hingga mengakibatkan 2 orang meninggal dunia. Salah satu korban terungkap merupakan anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih bernama Serda Hamdani asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hal itu diungkapkan orang tua korban, Hamka saat ditemui di kediamannya di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Maros. Hamka mengaku mendapatkan informasi dari teman Serda Hamdani terkait kabar kematian anaknya pada Sabtu (21/2) malam.
"Saya dapat informasi korban atas nama Hamdani dengan tanggal kelahirannya itu 30 Agustus tahun 90 makanya langsung saya tahu, oh ini anak saya," kata Hamka kepada wartawan, Minggu (22/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hamka mengaku ada momen yang terasa berbeda di malam dirinya mendapat info kematian anaknya. Sepulang dari salat zuhur di masjid, untuk pertama kalinya dia menatap lama foto sang anak yang terpajang di dinding rumah.
"Saya habis pulang dari salat zuhur dari masjid itu baru kali itu saya tatap fotonya anak saya yang ada di dinding ternyata seperti itu kabar yang mau saya terima," ucapnya.
Serda Hamdani masih sempat berkomunikasi dengan keluarga melalui pesan elektronik pada Minggu (15/2). Korban juga sempat berbincang dengan istrinya.
"Kalau komunikasi lewat chatnya itu tanggal 15 yang lalu. Cuma istrinya kemarin masih sempat bicara jam 1 siang," tutur Hamka.
Dia kemudian mengenang anaknya sebagai sosok yang baik. Hamka mengenal Serda Hamdani tidak pernah memiliki musuh atau bermasalah dengan orang lain.
"Selama saya lihat itu tidak pernah ada musuh tidak pernah, baik semua sama temannya. Kemudian kalau dari segi agama kalau dia datang ke sini dia itu setiap masuk waktu salat pasti ada di masjid," jelasnya.
Hamka juga mengenal anaknya sebagai muslim yang taat. Serda Hamdani kerap membaca Al-Qur'an bahkan kerap berulang kali khatam meski di luar bulan Ramadan.
"Saya sendiri biasa paling satu kali, dia itu tiga kali paling sedikit di luar bulan Ramadan pun habis salat subuh, habis salat magrib pasti dia mengaji kalau pulang," tutur Hamka.
Hamka mengaku keluarga sudah ikhlas dengan kepergian Serda Hamdani. Hamka menerima kematian anaknya sebagai sebuah takdir.
"Sama istri saya, saya bilang sabar, mungkin inilah yang terbaik yang diberikan oleh Allah SWT, beliau mendahului kita, mudah-mudahan dia di sana nanti menjemput dengan baik," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, pos pengamanan kamtibmas milik PT Kristalin Ekalestari dibakar KKB pimpinan Aibon Kogoya di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi pada Sabtu (21/2) sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 WIT. Dua orang meninggal dalam kondisi luka bakar berat.
"Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa kedua korban," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Minggu (22/2).
Yusuf belum merinci identitas kedua jenazah meski informasi beredar para korban merupakan prajurit TNI dan sekuriti perusahaan. Dia mengaku jenazah dalam proses identifikasi karena kondisinya hangus terbakar.
"Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi dan autopsi. Identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis mengingat kondisi jenazah yang mengalami luka bakar berat," ucap Yusuf.
(sar/hsr)
