4 Penimbun BBM Subsidi di Tana Toraja Pakai Truk Tangki Modifikasi Ditangkap

4 Penimbun BBM Subsidi di Tana Toraja Pakai Truk Tangki Modifikasi Ditangkap

Ricdwan Abbas - detikSulsel
Senin, 23 Feb 2026 18:45 WIB
Empat penimbun BBM subsidi solar ditangkap di Tana Toraja. Mereka menggunakan truk modifikasi untuk menyedot solar dari SPBU.
Foto: Empat penimbun BBM subsidi solar ditangkap di Tana Toraja. (Ricdwan Abbas/detikSulsel)
Tana Toraja -

Empat penimbun bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar ditangkap di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Keempat pelaku melancarkan aksinya menggunakan truk yang tankingnya sudah dimodifikasi.

"Iya benar. Kita mengamankan 4 orang dan 4 unit mobil tangki rakitan, mobilnya itu ada enam roda. Tangkinya kapasitas 1.600 liter, ada 400 liter dan 200 liter," ujar Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, Iptu Syahruddin kepada detikSulsel, Senin (23/2/2026).

Keempat pelaku diamankan di SPBU Harapan Jaya, Mandetek, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja pada Sabtu (21/2). Keempat pelaku masing-masing berinisial AA (23), RP (20), NT (20), dan AD (15).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syahruddin mengatakan penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat yang curiga adanya aktivitas pelangsir di SPBU tersebut. Saat diperiksa, polisi menemukan pompa solar di dalam truk para pelaku.

"Mereka pasang tangki rakitan di atas mobil dan pakai pompa untuk sedot BBM dari tangki utama saat mengisi bahan bakar. Salah seorang pelaku masih di bawah umur," terangnya.

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan, modus pelaku menggunakan sejumlah barcode agar tidak terdeteksi sistem Pertamina. Para pelaku berencana mendistribusikan ulang solar itu ke Toraja Utara.

"Pengakuannya, mau dibawa ke Toraja Utara. Mereka mengaku baru pertama kali, tapi kita tidak percaya begitu saja dan terus melakukan penyelidikan," katanya.

Keempat pelaku dan barang bukti mobil tangki rakitan kini diamankan di Mapolres Tana Toraja. Syahruddin menduga para pelaku memiliki jaringan yang saat ini dalam pendalaman.

"Masih pengembangan, tapi bisa jadi ada jaringan. Itu yang masih sementara kita lidik. Informasi perkembangan akan kami sampaikan nanti," pungkasnya.




(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads