Aparat gabungan TNI dan Polri menembak mati anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap II D Dulla bernama Hurbianus Mirip di Nabire, Papua Tengah. Pelaku merupakan anggota KKB pimpinan Aibon Kogoya yang terlibat dalam sejumlah aksi teror di Papua.
"Hurbianus Mirip merupakan anggota KKB Kodap III D Dulla yang telah masuk dalam daftar pencarian orang sejak 2025 karena diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di wilayah Nabire dan Paniai," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).
Pelaku ditembak mati di wilayah Bukit Signal sekitar Kali Pepaya, Nabire, Senin (16/3). Anak buah Aibon Kogoya tersebut ditindak tegas Satgas Rajawali Mambri dan Satgas Damai Cartenz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hurbianus Mirip diduga terlibat dalam aksi pembunuhan terhadap dua personel Brimob pada 13 Agustus 2025 yang disertai perampasan dua pucuk senjata api jenis AK-101. Pelaku juga diduga melakukan penembakan terhadap masyarakat dan aparat di wilayah Kali Semen pada 17 Oktober 2025.
"Kelompok ini juga tercatat melakukan aksi pemalangan di ruas Jalan Trans Nabire-Paniai KM 58 pada 20 Oktober 2025 serta terlibat dalam kontak tembak dengan aparat keamanan di kawasan Bukit Doa pada 27 November 2025," paparnya.
Hurbianus bersama kelompoknya juga terlibat menganiaya anggota kepolisian, yakni Bripda Kanza A Mampioper yang terjadi di Pasar Enarotali (PLN Lama), Kabupaten Paniai. Dalam kejadian tersebut korban mengalami luka pada dada kanan, luka sobek di bagian belakang kepala, serta luka pada telapak tangan kanan.
"Kelompok tersebut juga melakukan penyerangan terhadap pos pengamanan di area PT Kristalin pada 21 Februari 2026 yang menyebabkan satu personel TNI dan satu warga sipil meninggal dunia serta perampasan tiga pucuk senjata api," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani menegaskan, aparat keamanan akan terus berupaya menjaga stabilitas keamanan di Papua dari berbagai ancaman kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata.
"Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Rajawali Mambri akan terus menjaga keamanan masyarakat serta memastikan situasi tetap kondusif dari berbagai aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata," ujar Faizal.
Di sisi lain, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Pihaknya memastikan tetap menyiagakan personel untuk menjaga keamanan di Papua.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di Provinsi Papua Tengah khususnya di Kabupaten Nabire serta segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan," imbuh Adarma.
(sar/ata)
