Jejak Sadis Anggota KKB Hurbianus Mirip yang Ditembak Mati di Nabire

Papua Tengah

Jejak Sadis Anggota KKB Hurbianus Mirip yang Ditembak Mati di Nabire

Paulus Pulo - detikSulsel
Kamis, 19 Mar 2026 11:30 WIB
Aparat TNI dan Polri menembak mati anggota KKB Hurbianus Mirip di Nabire.
Foto: Aparat TNI dan Polri menembak mati anggota KKB Hurbianus Mirip di Nabire. (dok. Istimewa)
Nabire -

Satgas Rajawali Mambri dan Satgas Damai Cartenz menembak mati anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III D Dulla bernama Hurbianus Mirip di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Anak buah Aibon Kogoya tersebut ternyata terlibat dalam aksi penyerangan berujung aparat keamanan gugur.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, pelaku masuk daftar pencarian orang sejak 2025. Hurbianus diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di wilayah Nabire dan Paniai.

"Hurbianus Mirip diduga terlibat dalam aksi pembunuhan terhadap dua personel Brimob pada 13 Agustus 2025 yang disertai perampasan dua pucuk senjata api jenis AK-101," ungkap Yusuf dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hurbianus bersama kelompoknya juga diduga melakukan penembakan terhadap masyarakat dan aparat di wilayah Kali Semen pada 17 Oktober 2025. Pembakaran pos pengamanan perusahaan tambang emas, PT Kristalin Ekalestari di Nabire pada Februari 2026 juga akibat perbuatan pelaku.

"Kelompok ini juga tercatat melakukan aksi pemalangan di ruas Jalan Trans Nabire-Paniai KM 58 pada 20 Oktober 2025 serta terlibat dalam kontak tembak dengan aparat keamanan di kawasan Bukit Doa pada 27 November 2025," paparnya.

ADVERTISEMENT

"Kelompok tersebut juga melakukan penyerangan terhadap pos pengamanan di area PT Kristalin pada 21 Februari 2026 yang menyebabkan satu personel TNI dan satu warga sipil meninggal dunia serta perampasan tiga pucuk senjata api," jelas Yusuf.

Yusuf melanjutkan, kelompok pelaku turut diduga terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap anggota polisi bernama Bripda Kanza A Mampioper. Kejadian itu terjadi di Pasar Enarotali (PLN Lama), Kabupaten Paniai.

"Dalam kejadian tersebut korban (Bripda Kanza) mengalami luka pada dada kanan, luka sobek di bagian belakang kepala, serta luka pada telapak tangan kanan," tambah Yusuf.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani menegaskan, aparat keamanan terus berupaya menjaga stabilitas keamanan di Papua. Dia memastikan aparat tetap disiagakan untuk mengantisipasi ancaman kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata.

"Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Rajawali Mambri akan terus menjaga keamanan masyarakat serta memastikan situasi tetap kondusif dari berbagai aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata," ujar Faizal.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Pihaknya memastikan tetap menyiagakan personel untuk menjaga keamanan di Papua.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di Provinsi Papua Tengah khususnya di Kabupaten Nabire serta segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan," imbuh Adarma.

Sebelumnya diberitakan, Hurbianus Mirip ditembak mati aparat gabungan TNI dan Polri di wilayah Bukit Signal sekitar Kali Pepaya, Nabire, Senin (16/3). Anak buah Aibon Kogoya tersebut sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2025 atas keterlibatannya melancarkan kekerasan menggunakan senjata di wilayah Papua.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads