OPM Dalang Penembakan Maut 2 Prajurit TNI AL di Maybrat, 2 Senpi Dirampas

Papua Barat Daya

OPM Dalang Penembakan Maut 2 Prajurit TNI AL di Maybrat, 2 Senpi Dirampas

Paulus Pulo - detikSulsel
Senin, 23 Mar 2026 16:00 WIB
A shot is fired by Canadas Zina Kocher as she competes in the Womens Biathlon 4x6 km Relay at the Laura Cross-Country Ski and Biathlon Center during the Sochi Winter Olympics on February 21, 2014, in Rosa Khutor, near Sochi.  AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEV        (Photo credit should read KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images)
Foto: Ilustrasi penembakan. (AFP)
Maybrat -

Organisasi Papua Merdeka (OPM) menjadi dalang penembakan terhadap 3 prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, hingga dua di antaranya gugur. Para pelaku juga merampas dua senjata api (senpi) milik korban usai melakukan penyerangan.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mengatakan kasus penembakan maut itu sedang dalam penanganan aparat penegak hukum. Pihak internal TNI telah turun melakukan penyelidikan.

"Negara pasti hadir, apalagi kalau ada ya perampasan senjata dan lain sebagainya itu akan menjadi atensi pihak TNI lah dalam kebijakan internal mereka," ucap Elisa di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr R Oetojo Kota Sorong, Minggu (22/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Elisa juga memastikan pemerintah daerah turun melakukan konsolidasi ke masyarakat. Sementara penegakan hukumnya diserahkan sepenuhnya kepada aparat.

"Kita ingin supaya masyarakat kita ikut berpartisipasi untuk menciptakan kondisi yang aman di wilayah kita, tapi kalau yang terjadi ini kan, kita belum pastikan apakah ini kriminal biasa atau ada kelompok yang lain," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Elisa turut menyampaikan duka cita atas gugurnya 2 prajurit TNI AL dalam menjaga keamanan. Dia berpesan agar aparat yang bertugas tetap berhati-hati agar peristiwa itu tidak terulang.

"Kita semua berharap bahwa ke depan teman-teman yang penugasan ini juga lebih hati-hati lagi. Kita tidak boleh memberi celah untuk kejadian semacam ini terulang lagi di waktu-waktu mendatang," tegas Elisa.

Komandan Korem (Danrem) 181/PrajaVira Tama (PVT) Brigjen TNI Slamet Riyadi menambahkan, pelaku penembakan sudah teridentifikasi. Pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan pelaku dari kelompok mana.

"Kita sudah ada indikasinya (kelompok pelaku penembakan), tapi nanti kita sampaikan setelah betul-betul A1 di lapangan," kata Slamet kepada wartawan di RSAL DR R Oetojo Sorong, Minggu (22/3).

OPM Rampas 2 Senpi-Logistik Militer

Sementara itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM mengklaim menjadi dalang penembakan terhadap 3 prajurit TNI AL di Maybrat. Pelaku juga merampas senpi milik korban.

"Selain tiga anggota TNI menjadi korban penembakan, 2 pucuk senjata dan logistik militer Indonesia telah disita oleh TPNPB Kodap IV Sorong Raya di bawah pimpinan Brigjend Denny Moos," kata Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom dalam keterangan yang diterima wartawan, Senin (23/3).

Tembakan OPM melukai prajurit TNI AL saat menyerang pos militer di lokasi kejadian. Dia mengaku serangan itu mengakibatkan warga sipil ketakutan dan mengungsi.

"Penyerangan pos militer tersebut mengakibatkan warga sipil ketakutan dan lainnya mengungsi kembali akibat takut akibat serangan balasan dan operasi militer Indonesia ke pemukiman warga," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, penembakan tersebut terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Minggu (22/3) sekitar pukul 07.00 WIT. Kedua prajurit TNI gugur berinisial Prada Marinir AS dan Prada Marinir ES, sedangkan korban luka berinisial Kopda Marinir E.

"Peristiwa penyerangan terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, sehingga mengakibatkan putra terbaik bangsa 3 orang yang kena tembak, lalu 2 yang sudah gugur, 1 lagi dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Kota Sorong," kata Karel.

Karel mengaku pihaknya sudah melakukan langkah konsolidasi dan pendekatan menindaklanjuti persoalan itu. Dia berharap pelaku penyerangan yang berseberangan dengan ideologi bisa kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Dengan harapan pendekatan-pendekatan ini kita lakukan sehingga saudara-saudara kita yang berseberangan ideologi dengan kita agar supaya mereka bisa turun gunung lain-lain sehingga bisa bergabung dengan kita untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan di berbagai aspek," pungkasnya.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads