Dua prajurit TNI Angkatan Laut (AL), Pratu Marinir Anumerta Andi Suvio dan Pratu Marinir Anumerta Elki Saputra, yang gugur dalam kontak tembak di Maybrat, Papua Barat Daya, dipulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan. TNI AL melalui Korps Marinir telah melaksanakan upacara penghormatan terakhir kepada kedua korban.
"Saat ini fokus utama kami adalah memberikan penghormatan terakhir yang layak kepada para patriot negara, serta memastikan seluruh hak-hak almarhum dan keluarga yang ditinggalkan terpenuhi dengan baik," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).
Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Endi Supardi memimpin upacara persemayaman dan pelepasan jenazah Pratu Marinir Anumerta Andi Suvio. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (23/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenazah Pratu Marinir Anumerta Andi Suvio dipulangkan ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar), untuk dimakamkan secara militer. Sebelumnya, jenazah Pratu Marinir Anumerta Elki Saputra lebih dulu diberangkatkan untuk dimakamkan secara militer di Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Seluruh rangkaian prosesi dilaksanakan secara militer dengan tertib dan penuh penghormatan sebagai wujud penghargaan Korps Marinir TNI AL kepada prajurit terbaiknya. Kedua prajurit tersebut gugur dalam melaksanakan tugas negara menjaga kedaulatan di Papua.
"Kepergian keduanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Korps Marinir, namun juga menjadi teladan akan semangat pengabdian, keberanian, dan kesetiaan seorang prajurit dalam menjaga kehormatan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, penembakan tersebut terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Minggu (22/3) sekitar pukul 07.00 WIT. Selain dua prajurit TNI AL yang gugur, ada satu prajurit lainnya yang masih dalam perawatan.
"Peristiwa penyerangan terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, sehingga mengakibatkan putra terbaik bangsa 3 orang yang kena tembak, lalu 2 yang sudah gugur, 1 lagi dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Kota Sorong," kata Bupati Maybrat Karel Murafer kepada wartawan, Minggu (22/3).
Karel mengaku pihaknya sudah melakukan langkah konsolidasi dan pendekatan menindaklanjuti persoalan itu. Dia berharap pelaku penyerangan yang berseberangan dengan ideologi bisa kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Dengan harapan pendekatan-pendekatan ini kita lakukan sehingga saudara-saudara kita yang berseberangan ideologi dengan kita agar supaya mereka bisa turun gunung lain-lain sehingga bisa bergabung dengan kita untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan di berbagai aspek," jelasnya.
Sementara itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM mengklaim menjadi dalang penembakan terhadap 3 prajurit TNI AL di Maybrat. Pelaku juga merampas senpi milik korban.
"Selain tiga anggota TNI menjadi korban penembakan, 2 pucuk senjata dan logistik militer Indonesia telah disita oleh TPNPB Kodap IV Sorong Raya di bawah pimpinan Brigjend Denny Moos," kata Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom dalam keterangan yang diterima wartawan, Senin (23/3).
Tembakan OPM melukai prajurit TNI AL saat menyerang pos militer di lokasi kejadian. Dia mengaku serangan itu mengakibatkan warga sipil ketakutan dan mengungsi.
"Penyerangan pos militer tersebut mengakibatkan warga sipil ketakutan dan lainnya mengungsi kembali akibat takut akibat serangan balasan dan operasi militer Indonesia ke pemukiman warga," jelasnya.
(sar/hmw)
