Pendeta dan Istri di Sangihe Dianiaya Jemaat Saat Hendak Pimpin Ibadah

Pendeta dan Istri di Sangihe Dianiaya Jemaat Saat Hendak Pimpin Ibadah

Fistel Mukuan - detikSulsel
Selasa, 07 Apr 2026 10:40 WIB
Pendeta Jems Nayoan dianiaya jemaatnya di Sangihe saat hendak memimpin ibadah. Istrinya juga menjadi korban.
Foto: Edi Wahyono
Kepulauan Sangihe -

Seorang pendeta bernama Jems Nayoan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), dianiaya jemaatnya berinisial TK saat hendak memimpin ibadah. Pelaku juga menganiaya istri pendeta Jems inisial DS alias Ece (55).

"Dugaan tindak pidana penganiayaan diduga dilakukan oleh jemaatnya, terlapor TK terhadap korban Pendeta Jems dan istrinya DS alias Ece," kata Kasat Reskrim Polres Sangihe, Iptu Stefi Sumolang kepada BeritaKlik, Senin (6/4/2026) malam.

Penganiayaan itu terjadi di Kampung Nagha 2, Kecamatan Tamako, Sangihe pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 09.00 Wita. Korban kemudian melaporkan kasus dugaan penganiayaan itu ke Polsek Tamako.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap korban DS, istri dari Pendeta Jems," ujar Stefi.

Penganiayaan bermula saat Pendeta Jems, istri dan satu orang jemaat inisial RL datang ke Gereja Advent Kasih Karunia Nagha 2 Tamak. Mereka hendak melakukan ibadah, namun pintu gereja terkunci.

ADVERTISEMENT

"Saat ketiga orang ini tiba di gereja, pintu dalam keadaan tertutup, lalu Pendeta Jems menyuruh istrinya untuk pergi ke rumah salah satu warga berinisial SP untuk meminta tolong agar pergi ke rumah terlapor menanyakan kunci pintu gereja," jelas Stefi.

SP langsung ke rumah terlapor untuk meminta kunci pintu gereja. Tidak lama SP kembali dan memberitahukan bahwa terlapor tidak mau memberikan kunci pintu gereja, malah mengatakan bahwa Pendeta Jems tidak boleh datang ke rumah, dan jika datang akan dipukul.

"Pendeta Jems kemudian menyuruh istrinya untuk menunggu di rumah SP, sedangkan dirinya akan pergi ke rumah terlapor sekaligus mengantar buku Sekolah Sabat," sebut Stefi.

Pendeta Jems kemudian meninggalkan istrinya menuju rumah terlapor. Namun DS bersikeras ingin ke rumah terlapor dengan menggunakan sepedaa motor berboncengan dengan pendeta muda RL.

"Setelah itu DS melihat lelaki TK datang mendekati suaminya dan mendorong, lalu memukul dengan tangan sebanyak satu kali dan mengenai bagian punggung," ungkap Stefi.

DS mendekat melihat kejadian tersebut dan tiba-tiba terlapor mendorongnya hingga terjatuh dan kepala terbentur di beton jalan. DS lalu bangun dan berjalan lebih dulu ke arah jalan raya, merekam video lewat handphone miliknya.

"Saat Pendeta Jems di jalan raya dan hendak bersalaman dengan perempuan CT, tiba-tiba terlapor datang mendekatinya dan kembali melakukan pemukulan menggunakan tangan sebanyak satu kali dan mengenai bagian punggung," bebernya.

Selanjutnya terlapor mengambil helm yang ada di motor Pendeta Jems dan membantingnya di jalan aspal sehingga helm rusak. Setelah itu terlapor menghampiri istri Pendeta Jems, meminta untuk menghapus video yang direkamnya.

"Terlapor kemudian memegang DS dengan menggunakan kedua tangannya dari belakang dengan sangat kuat dan merampas handphonenya," katanya.

Pendeta Jems langsung merampas kembali handphone istrinya yang dipegang terlapor. Setelah kejadian tersebut, Pendeta Jems dan istrinya kembali ke Gereja Advent Alfa Omega Pokol lalu melapor ke Polsek Tamako

"Terlapor akan dilakukan pemeriksaan dan sudah dilakukan pemanggilan," tutupnya.




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads