Sopir pikap berinisial IS (56) ditangkap polisi atas kasus pengancaman dengan sebilah parang terhadap karyawati stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) inisial MR (26) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Pelaku berdalih mengancam korban karena emosi usai ditolak mengisi bahan bakar umum (BBM).
"Telah mengamankan terduga pelaku dan barang bukti senjata tajam jenis parang," ujar Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).
Pelaku ditangkap di wilayah Mamuju pada Jumat (10/4) kemarin. Pelaku telah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di Mapolresta Mamuju.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herman mengatakan pelaku mengakui telah mengancam korban karena emosi usai ditolak mengisi BBM jenis Pertalite. Penolakan itu dilakukan korban lantaran barcode BBM yang dipakai pelaku tidak sama dengan nomor pelat kendaraannya.
"Jadi pelaku ini emosi, karena menurutnya sebelumnya-sebelumnya itu ji barcode yang dia pakai dan tidak ada masalah. Itu juga baru dia tahu kalau barcode itu beda dengan nomor mobilnya, makanya sempat dia cari yang jual itu mobil," bebernya.
Herman menambahkan pelaku telah menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada korban. Saat ini pelaku menjalani proses hukum lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Pelaku mengakui perbuatannya dan menyatakan penyesalannya atas tindakan yang dilakukan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa pengancaman itu terjadi di SPBU Belang-belang, Kecamatan Kalukku, Mamuju pada Senin (6/4). Kejadian berawal saat pelaku hendak mengisi BBM jenis Pertalite dan menunjukkan barcode kendaraannya ke korban.
Namun saat dilakukan pemindaian, barcode tersebut tidak cocok dengan nomor pelat kendaraan yang dipakai pelaku. Korban kemudian menyampaikan jika kendaraan yang dipakai pelaku tidak dapat diisi BBM bersubsidi namun pelaku malah emosi.
"Dari situ pengemudi tersebut emosi, dan menyampaikan kata-kata pengancaman terhadap korban sambil mengeluarkan senjata tajam jenis parang," ujar Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir kepada wartawan, Selasa (7/4).
Kejadian tersebut tidak berlangsung lama setelah pelaku kembali menyimpan parangnya lalu meninggalkan lokasi. Sementara korban langsung mendatangi Polresta Mamuju untuk membuat laporan.
(ata/sar)










































