Kronologi Wanita Lampung Nyamar Jadi Pria di Sinjai Kini Dilapor Pelecehan

Kronologi Wanita Lampung Nyamar Jadi Pria di Sinjai Kini Dilapor Pelecehan

Agung Pramono - detikSulsel
Senin, 13 Apr 2026 14:30 WIB
Gadis bernama Santi (19) nekat menyamar menjadi pria demi menikah sesama jenis di Sinjai.
Foto: Gadis bernama Santi (19) nekat menyamar menjadi pria demi menikah sesama jenis di Sinjai. (dok. Istimewa)
Sinjai -

Wanita asal Lampung, Santi (22) diduga melecehkan gadis ABG berusia 13 tahun usai menyamar menjadi pria di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku memalsukan identitasnya memakai nama samaran Rifki dengan niat hendak menikahi korban yang sesama jenis.

"Berawal dari korban berkenalan dengan perempuan Santi alias Rifki melalui aplikasi kencan pada Januari lalu," kata Kasi Humas Polres Sinjai Iptu Agus Santoso dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

Komunikasi antara pelaku dan korban semakin intens hingga memutuskan berhubungan jarak jauh. Pelaku yang berasal dari Lampung belakangan menemui korban di Sinjai dengan maksud melamar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku berangkat didampingi temannya yang juga menyamar sebagai pria dengan identitas palsu, Rei. Keduanya pun disambut di rumah korban sekaligus membicarakan rencana lamaran di Kecamatan Sinjai Borong, Selasa (7/4) sekitar pukul 21.00 Wita.

"Santi alias Rifki bersama Sintia alias Rei bertamu di rumah korban. Mereka berasal dari Provinsi Lampung," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Setelah makan dan berbincang, Santi dan rekannya meminta agar diperkenankan menginap di rumah korban. Mereka berdalih tidak memiliki keluarga di Sinjai.

"Korban pun menerimanya untuk bermalam, lalu tidak lama kemudian korbanpun masuk ke dalam kamar untuk tidur," ucap Agus.

Saat korban hendak tidur, Santi alias Rifki tiba-tiba masuk ke dalam kamar korban. Pelaku langsung menutupi mata korban menggunakan jaket.

"Lalu langsung membuka seluruh pakaian korban, setelah itu mencekik korban sambil membenturkan kepala korban ke tembok sebanyak 3 kali," paparnya.

Pelaku lantas melakukan pelecehan seksual hingga korban merasa kesakitan. Setelah melakukan pelecehan di rumah korban, pelaku dan temannya pergi ke desa lain.

"Di rumahnya korban dilakukan pelecehan, baru setelah itu pergi ke desa lain dan dicari sama pemerintah setempat," tuturnya.

Belakangan, kedok Santi dan rekannya yang menyamar sebagai pria terbongkar setelah ditemukan. Identitasnya terkuak setelah diinterogasi dan keluarga pelaku di Lampung dihubungi warga setempat.

Warga setempat kemudian memutuskan menyerahkan keduanya ke aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Saat diperiksa, kedua pelaku awalnya diduga telah melakukan penipuan kepada korban.

"Diduga melakukan penipuan dengan memalsukan identitasnya menjadi seorang laki-laki demi melamar seorang perempuan," jelasnya.

Belakangan diketahui bahwa kedua pelaku tidak hanya melakukan penipuan, tapi juga melakukan pelecehan kepada korban. Pelaku dan rekannya yang juga dari Lampung akhirnya diperiksa lebih lanjut setelah dilaporkan orang tua korban.

"Hasil interogasi terhadap korban dan saksi diduga kuat telah terjadi tindak pidana pelecehan seksual yang dialami oleh korban," ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Desa (kades) setempat, Abdul Rauf menyebut pelaku Santi sempat menemui nenek korban. Pelaku yang hendak menikahi korban lantas dimintai uang panai atau mahar.

"Pas datang diminta ki sama neneknya uang panai Rp 250 juta, keduanya (Santi dan rekannya) tidak sanggupi, makanya batal," kata Abdul Rauf saat dihubungi, Sabtu (11/4).

Pelaku yang tidak sanggup memenuhi uang mahar, sempat pergi ke desa lain. Kunjungan dua remaja wanita baru dilaporkan keluarga korban kepada kepala dusun setempat pada Jumat (10/4).

Aparatur desa setempat kemudian melakukan pencarian terhadap keduanya. Kedua pelaku pun ditemukan hingga penyamarannya sebagai lelaki terbongkar.

"Saya lalu telepon keluarganya di Lampung, ternyata kedua remaja ini perempuan. Saat saya interogasi, mereka mengaku kalau perempuan," pungkas Abdul Rauf.




(sar/nvl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads