3 Pelajar SMA Keroyok Siswi SMP di Mamuju Bikin Group WA Ajak Korban Duel

Sulawesi Barat

3 Pelajar SMA Keroyok Siswi SMP di Mamuju Bikin Group WA Ajak Korban Duel

Hafis Hamdan - detikSulsel
Jumat, 08 Mei 2026 21:31 WIB
3 siswi SMA pengeroyok siswi SMP berusia 14 tahun di Mamuju membuat WhatsApp Group (WAG) lalu menambahkan korban untuk membuat ajakan berduel.
Foto: Siswi SMP berusia 14 tahun di Kabupaten Mamuju, babak belur usai dikeroyok tiga siswi SMA. (dok. istimewa)
Mamuju -

Tiga siswi SMA di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dilaporkan ke polisi usai mengeroyok siswi SMP berusia 14 tahun hingga babak belur. Ketiga pelaku disebut membuat WhatsApp Group (WAG) lalu menambahkan korban untuk membuat ajakan berduel.

Sepupu korban, Yustus mengatakan pengeroyokan dipicu pelaku yang mendengar desas-desus jika korban melontarkan kata-kata ejekan terhadap kelompoknya. Ketiga pelaku yang kesal kemudian membuat WAG dan mengundang korban untuk lebih dulu di-bully.

"Para pelaku membuat group WhatsApp (setelah mendengar gosip jika korban melontarkan kata-kata ejekan), lalu mengundang korban. Dalam group itu berisi 4 orang, korban dihina dan diajak bertemu untuk duel," ujar Yustus kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi ketiga pelaku berlanjut dengan mencegat korban yang pulang dari sekolah pada Kamis (7/5) siang. Saat itu, para pelaku disebut memukul korban yang masih berada di atas motor.

Menurut Yustus, aksi pengeroyokan terjadi di dua tempat. Para pelaku sempat membubarkan diri dari lokasi pertama setelah ada warga yang melintas.

ADVERTISEMENT

"Pengeroyokan dilakukan dua kali, pelaku ini pindah dari lokasi pertama setelah ada yang melihat, lalu melanjutkan lagi di tempat yang lebih sepi, seperti dalam video yang beredar," terangnya.

Yustus menyebut saat ini korban masih dirawat di rumah sakit lantaran mengalami luka lebam di bagian perut, punggung, serta beberapa kali mual. Korban juga mengalami trauma akibat mengalami perundungan di WAG hingga berujung pengeroyokan.

"Kami sangat menyesalkan peristiwa ini, apalagi ada dugaan perundungan sebelum kejadian. Bahkan ada pelaku yang menggunakan alat untuk memukul korban dan itu diduga sudah direncanakan," katanya.

Dia menambahkan bukti percakapan di WhatsApp Group telah beredar luas dan juga diserahkan ke polisi. Pihaknya pun berharap agar kasus ini segera diusut tuntas.

Korban Dilarikan ke RS

Pengeroyokan itu terjadi di Jalan Poros Desa Bonehau, Kecamatan Bonehau, Mamuju pada Kamis (7/5) siang. Aksi pengeroyokan itu membuat korban mengalami luka di bagian wajah hingga dilarikan ke rumah sakit.

"Kondisi korban mengalami luka bengkak di pelipis kanan dan pelopak matanya sehingga mendapatkan perawatan medis di rumah sakit," ujar Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir, Jumat (8/5).

Orang tua korban yang tidak terima telah melaporkan tiga terduga pelaku masing-masing berinisial S, J dan L ke Polresta Mamuju. Sejauh ini, tim Satreskrim telah meminta keterangan sejumlah saksi dan menjadwalkan pemanggilan terhadap terlapor.

"Penyidik telah meminta keterangan saksi-saksi, dan berikutnya akan ditindaklanjuti dengan menghadirkan terduga pelaku," katanya.

Pengeroyokan itu diduga dipicu unggahan atau status korban di media sosial (medsos) yang membuat para pelaku tersinggung. Namun Herman belum merinci lebih jauh unggahan korban di media sosial yang membuat pelaku tersinggung.

"Info sementara (motifnya) pelaku ini merasa tersinggung dengan kata-kata yang disampaikan korban di media sosial," terangnya.




(ata/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads