Kecanduan Judol, Pria di Mamuju Aniaya Ayah Kandung gegara Tak Diberi Uang

Sulawesi Barat

Kecanduan Judol, Pria di Mamuju Aniaya Ayah Kandung gegara Tak Diberi Uang

Hafis Hamdan - detikSulsel
Kamis, 28 Mei 2026 11:11 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Mamuju -

Pemuda berinisial SP (30) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) tega menganiaya ayah kandungnya, BC (60). Penganiayaan itu diduga dipicu kekesalan pelaku yang tidak diberi uang setelah pulang dalam keadaan mabuk.

"Benar, seorang pria diduga melakukan penganiayaan terhadap ayah kandungnya sendiri," ujar Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Toabo, Kecamatan Papalang, Mamuju pada Rabu (27/5) sekitar pukul 00.30 Wita. Kejadian berawal saat korban pulang ke rumah dalam keadaan mabuk lalu mendatangi ayahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesampainya di rumah, pelaku mendatangi ayahnya dengan maksud meminta uang. Namun permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh korban," terangnya.

Keduanya kemudian terlibat adu mulut hingga pelaku tersulut emosi. Saat itu pelaku langsung mendorong ayahnya hingga terjatuh dan mengenai cermin.

ADVERTISEMENT

"Dorongan itu menyebabkan luka pada siku kiri korban," beber Herman.

Pelaku langsung meninggalkan lokasi setelah melihat ayahnya terluka. Saudara pelaku yang melihat kejadian itu langsung membawa korban ke puskesmas dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kalukku.

Herman mengatakan personel Polsek Kalukku langsung menyelidiki keberadaan pelaku. Hanya saja korban meminta agar anaknya tidak ditangkap dan memilih menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan.

"Korban menyampaikan bahwa persoalan tersebut tidak perlu dibawa ke ranah hukum karena pelaku merupakan anak kandungnya sendiri," kata Herman.

Menurut keterangan korban, pelaku sudah sering mengonsumsi minuman keras (miras) tradisional jenis ballo. Selain itu pelaku juga kecanduan bermain judi online (judol).

"Dalam kesehariannya, pelaku juga diketahui sering mengonsumsi minuman keras tradisional jenis ballo serta gemar bermain judi online," pungkas Herman.




(hsr/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads