Seorang istri polisi bernama Ridayani di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga menyiram pasangan suami istri (pasutri) menggunakan air panas. Insiden itu terjadi saat korban bernama Dian Lestari bersama suaminya datang untuk menagih utang ke Ridayani.
"Saya sama suami datang baik-baik untuk meminta uang yang dipinjam, malah disiram air panas," kata Dian kepada wartawan, Rabu (27/5/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi di rumah pelaku di Kelurahan Ranomeeto, Kecamatan Ranomeeto, Senin (25/5) sekitar pukul 11.00 Wita. Korban pun melaporkan kejadian itu ke polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah melapor ke Polresta Kendari," bebernya.
Dian mengatakan dirinya bersama sang suami awalnya diterima di teras rumah oleh Ridayani. Namun situasi kemudian memanas hingga terjadi cekcok antara kedua belah pihak.
"Dia sempat berkata 'saya siram ko' sebanyak dua kali," ujarnya.
Di tengah pertengkaran itu, Ridayani disebut masuk ke dalam rumah lalu kembali membawa gayung berisi air panas. Tak lama kemudian, air panas tersebut disiramkan ke arah Dian bersama suaminya.
"Dia menarik tangan saya dan langsung menyiramkan air panas ke badan saya," beber Dian.
Akibat kejadian tersebut, Dian dan suaminya mengalami luka bakar di bagian dada, perut, hingga paha sebelah kiri. Keduanya kemudian menuju Puskesmas Ranomeeto untuk mendapatkan penanganan medis.
Usai menjalani perawatan, pasutri itu kemudian mendatangi Polresta Kendari untuk melaporkan kejadian yang dialami. Dian berharap laporannya dapat segera diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Saya berharap laporan ini segera diproses dan ada keadilan atas kejadian yang saya alami," katanya.
Terpisah, Ridayani mengakui telah menyiram air panas kepada pasutri tersebut. Namun ia menilai korban datang ke rumahnya dengan cara yang tidak sopan.
"Coba konfirmasi yang bersangkutan itu apakah dia datang ke rumah orang dengan sopan," kata Ridayani.
Menurut Ridayani, persoalan utang piutang itu berkaitan dengan bisnis jual beli solar yang dijalankannya dengan korban. Ia juga mengaku memiliki bukti rekaman CCTV terkait peristiwa tersebut.
"Utang soal bisnis solar. Ada bukti CCTV saya akan buka dan buat laporan juga ke polisi," pungkasnya.
(asm/hmw)










































