Wanita di Luwu Timur Dibunuh Sepupu Usai Melawan Saat Hendak Diperkosa

Wanita di Luwu Timur Dibunuh Sepupu Usai Melawan Saat Hendak Diperkosa

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Jumat, 12 Jun 2026 09:33 WIB
Wanita di Luwu Timur Dibunuh Sepupu Usai Melawan Saat Hendak Diperkosa
Foto: Wanita ditemukan tewas di persawahan Kalaena Lutim usai dibunuh sepupunya sendiri. (Dok. Istimewa)
Luwu Timur -

Wanita bernama Abi Limbong (24) ditemukan tewas di area sawah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), usai dibunuh remaja inisial AD (17) yang merupakan sepupunya sendiri. Korban dibunuh setelah melawan saat hendak diperkosa.

Kapolsek Mangkutana, Iptu Muh Junus menjelaskan, ada dua tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus tersebut. Korban yang bekerja sebagai cleaning service puskesmas awalnya berangkat kerja hingga dibuntuti pelaku.

"Di TKP pertama itu percobaan pemerkosaan terjadi, cuma mungkin karena korban ribut mi teriak lakukan perlawanan dan lari," kata Junus kepada detikSulsel, Jumat (12/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban yang berupaya melarikan diri lantas dikejar oleh pelaku. Saat tiba di kawasan persawahan, pelaku langsung memukul kepala korban menggunakan batu.

"Dikejar mi sama pelaku dan dipukul menggunakan batu, pemukulan itu terjadi di TKP kedua dekat pematang sawah yang agak ke dalam dari TKP pertama," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Junus, pelaku sebelumnya sering mengintip korban saat mandi. Aktivitas itu diduga memicu pelaku untuk memperkosa korban yang juga tetangganya.

"Dia kan (pelaku) sepupu dua kali (dengan korban), rumahnya benar-benar sampingan, dia biasa mengintip korban ketika mandi sehingga dia tertarik," ucap Junus.

Pelaku pun melarikan diri dari lokasi kejadian. Sementara mayat korban ditemukan warga di persawahan dekat SMP 1 Kalaena, Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, Lutim pada Kamis (11/6) pagi.

Korban ditemukan meninggal dengan kepala bersimbah darah. Polisi yang melakukan penyelidikan menangkap pelaku pada hari yang sama setelah kejadian.

"Dari hasil olah TKP personel menemukan jejak kaki terduga pelaku yang setelah ditelusuri sampai di samping gereja GPDI," pungkas Junus.




(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads