Remaja berinisial AD (17) pelaku percobaan pemerkosaan dan pembunuhan sepupu sendiri inisial AL (21) di area persawahan Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel) kini ditahan di Polres Lutim untuk diproses hukum. Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara.
"Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," kata Waka Polres Lutim, Kompol Hajriadi kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).
Hajriadi mengungkapkan, pelaku disangkakan pasal 469 ayat (2) terkait penganiayaan yang mengakibatkan matinya korban. Serta disangkakan pasal 473 ayat (4) dan (8) terkait kekerasan seksual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku (sempat) melakukan kekerasan seksual dengan memasukkan jari tangan ke kemaluan korban. Jadi 15 tahun penjara ditambah 1/3 dari hukuman (pemberat gegara pelecehan seksual)," terangnya.
Hajriadi menambahkan, dari penangkapan tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti celana dan batako yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya. Beberapa barang milik korban juga diamankan dari lokasi kejadian.
"Baju, celana, topi, handphone dan sandal korban juga diamankan. Celana milik pelaku serta batako alat yang digunakan pelaku memukul kepala dan pelipis korban juga kami amankan sebagai barang bukti," tutupnya.
Diketahui, AL tewas setelah kepalanya dipukul menggunakan batu karena melawan saat hendak diperkosa oleh pelaku. Pembunuhan terjadi di persawahan Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, Kamis (11/6).
"Dia kan (pelaku) sepupu dua kali (dengan korban), rumahnya benar-benar sampingan, dia biasa mengintip korban ketika mandi sehingga dia tertarik," kata Kapolsek Mangkutana Iptu Muh Junus kepada detikSulsel, Jumat (12/6).
Junus menuturkan, pelaku diduga sudah memantau aktivitas korban. Aksi kejahatan pelaku pun dimulai saat korban berjalan kaki menuju tempat kerjanya di Puskesmas Kalaena.
Menurut Junus, korban yang bekerja sebagai cleaning service biasanya diantar ke puskesmas oleh saudaranya sekitar pukul 04.00 Wita. Namun saat itu korban berangkat sendiri hingga dibuntuti oleh pelaku.
"Saat itu barusan juga korban jalan sendiri ke puskesmas tidak ada yang antar, di sinilah percobaan pemerkosaan terjadi, pelaku ini sudah memantau memang aktivitas korban," bebernya.
(asm/ata)










































