Remaja Coba Perkosa-Bunuh Sepupu Wanita di Lutim Kerap Intip Korban Mandi

Remaja Coba Perkosa-Bunuh Sepupu Wanita di Lutim Kerap Intip Korban Mandi

Muhammad Subhan - detikSulsel
Jumat, 12 Jun 2026 11:30 WIB
Remaja Coba Perkosa-Bunuh Sepupu Wanita di Lutim Kerap Intip Korban Mandi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Luwu Timur -

Wanita berinisial AL (21) di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel), dibunuh usai melawan saat hendak diperkosa remaja inisial AD (17) yang merupakan sepupunya sendiri. Niat pelaku melakukan pemerkosaan muncul karena kerap mengintip korban saat mandi.

"Dia kan (pelaku) sepupu dua kali (dengan korban), rumahnya benar-benar sampingan, dia biasa mengintip korban ketika mandi sehingga dia tertarik," kata Kapolsek Mangkutana Iptu Muh Junus kepada detikSulsel, Jumat (12/6/2026).

Junus menjelaskan, pelaku sempat membuntuti korban yang berangkat kerja seorang diri. Korban bekerja sebagai cleaning service Puskesmas Kalaena.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi pelaku ini membuntuti, saat itu barusan juga korban jalan sendiri ke puskesmas tidak ada yang antar, di sinilah percobaan pemerkosaan terjadi," bebernya.

Junus menyebut ada dua tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus ini. Korban yang berjalan kaki awalnya hendak diperkosa di jalan sawah dekat dari jalan raya.

ADVERTISEMENT

"Di TKP pertama itu percobaan pemerkosaan terjadi, cuma mungkin karena korban ribut mi teriak lakukan perlawanan dan lari," kata Junus.

"Dikejar mi sama pelaku dan dipukul menggunakan batu, pemukulan itu terjadi di TKP kedua dekat pematang sawah yang agak ke dalam dari TKP pertama," tambahnya.

Korban tewas dengan luka parah di bagian kepala. Mayat korban ditemukan warga di persawahan dekat SMP 1 Kalaena, Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, Kamis (11/6) pagi.

Sementara pelaku yang sempat kabur akhirnya ditangkap pada hari yang sama kejadian. Pelaku diamankan setelah jejak pelariannya terdeteksi polisi.

"Dari hasil olah TKP personel menemukan jejak kaki terduga pelaku yang setelah ditelusuri sampai di samping gereja GPDI," bebernya.

Saat penelusuran jejak pelaku, seorang warga menemukan sebuah celana pendek yang dipenuhi lumpur berada di samping gereja. Celana tersebut merupakan milik pelaku.

"Setelah personel mencari memeriksa celana pendek tersebut diketahui adalah milik AD yang tinggal persis di samping rumah korban," terang Junus.




(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads