Ibu Bhayangkari di Baubau Diduga Sita Rapor Siswa SD gegara Utang Ortu

Sulawesi Tenggara

Ibu Bhayangkari di Baubau Diduga Sita Rapor Siswa SD gegara Utang Ortu

Fadli Aksar - detikSulsel
Kamis, 25 Jun 2026 12:02 WIB
Tante siswa SD di Baubau, Wa Ode Amalia Ahza melaporkan ibu Bhayangkari ke Polres Baubau.
Foto: Tante siswa SD di Baubau, Wa Ode Amalia Ahza melaporkan ibu Bhayangkari ke Polres Baubau. (Fadli Aksar/detikSulsel)
Baubau -

Seorang ibu Bhayangkari berinisial SS di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga menyita rapor siswa kelas 4 SD Negeri 3 Baubau inisial LK (9). Keluarga siswa SD tersebut lantas mengadukan oknum istri polisi itu ke Polres Baubau atas dugaan perampasan.

Tante LK, Wa Ode Amalia Ahza (39) mengatakan, rapor tersebut diduga diambil oknum istri polisi sebagai jaminan utang orang tua (ortu) korban senilai Rp 2 juta. Rapor siswa SD itu diambil dari sekolah sejak 2025 lalu.

"Saya sudah konfirmasi sama ibu Bhayangkari itu, katanya inisiatif dia sendiri mengambil rapor itu dengan alasan utang piutang Rp 2 juta untuk dijadikan jaminan. Yang mengutang ibu keponakan saya," ujar Wa Ode Amalia kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amalia mengatakan, istri polisi itu mengambil rapor keponakannya dengan mengaku sebagai tante LK. Pihak SD Negeri 3 Baubau juga langsung memberikan tanpa konfirmasi kepada wali ataupun orang tua murid.

Akibatnya, LK hanya menerima map kosong saat teman sekelasnya menerima rapor saat penaikan ke kelas 4, Sabtu (20/6). Amalia mengaku persoalan utang ini sudah diupayakan diselesaikan namun belum menemui kesepakatan dengan istri polisi.

ADVERTISEMENT

"Sedihnya lagi, keponakan saya itu bilang ke saya, saya kan dipanggil mimi, 'mimi, nama saya sudah lewat, kenapa tidak dipanggil-panggil namaku untuk ambil rapor'. Setelah saya naik di meja wali kelas, ternyata map yang diisi kertas rapor itu," ucap Amalia.

Tak tinggal diam, Amalia lantas mempertanyakan masalah itu ke Kepala SD Negeri 3 Baubau, Wa Ode Siti Arabia. Usaha itu juga tak berhasil lantaran pihak sekolah tak bisa berbuat apa-apa.

"Tolong dikembalikan rapor keponakan saya, karena utang-piutang ini tidak ada urusannya dengan anak ini. Anak ini mau lanjut sekolah dan mau lihat nilainya, kenapa dipersulit. Kalau memang ini utang piutang, ada ranahnya, tolong diselesaikan di kantor polisi," tegas Amalia.

Amalia lantas memutuskan melaporkan oknum ibu Bhayangkari itu ke Polres Baubau atas dugaan perampasan barang, Senin (22/6). Dia mengatakan pihak keluarga siap melunasi utang orang tua siswa SD tersebut.

"Pihak sekolah sudah lepas tanggung jawab, padahal rapor ini hilangnya di sekolah. Sudah banyak upaya saya lakukan tapi tidak titik temu, makanya saya buat aduan sama Polres (Baubau)," imbuhnya.

Kasi Humas Polres Baubau, Iptu Rino Asnan membenarkan adanya laporan itu. Rino menyebut, kasus itu tengah dilakukan penyelidikan oleh Satreskrim Polres Baubau.

"Laporannya isinya terkait rapor keponakannya diambil ibu Bhayangkari Polres Baubau. Untuk masalah terkait itu masih dilakukan penyelidikan oleh Satreskrim Polres Baubau," kata Rino Asnan.

BeritaKlik telah berupaya mengkonfirmasi Kepala SD Negeri 3 Baubau, Wa Ode Siti Arabia terkait perkara ini. Namun Wa Ode belum merespons dan memberikan tanggapan.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads