Pria Hendak Jual Motor Curian Ditangkap Usai Dikejar-kejar Warga di Polman

Sulawesi Barat

Pria Hendak Jual Motor Curian Ditangkap Usai Dikejar-kejar Warga di Polman

Abdy Febriady - detikSulsel
Kamis, 25 Jun 2026 18:00 WIB
Polisi menangkap pria berinisial MS (26) usai dikejar-kejar warga Polman saat diketahui hendak menjual sepeda motor hasil curiannya.
Polisi menangkap pria berinisial MS (26) usai dikejar-kejar warga Polman saat diketahui hendak menjual sepeda motor hasil curiannya. Foto: Abdy Febriady/BeritaKlik
Polman -

Pria berinisial MS (26) diamankan usai dikejar-kejar warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) saat diketahui hendak menjual sepeda motor hasil curiannya. Pelaku berdalih mencuri lantaran butuh uang untuk membeli popok anaknya.

"Saat pelaku hendak menjual sepeda motor tersebut, warga yang mau membeli merasa curiga bahwa itu motor curian, akhirnya dikejar," kata Kapolsek Urban Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiguna kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Pelaku ditangkap saat bersembunyi pada rumah kosong di wilayah Kelurahan Mapilli, Kecamatan Mapilli, Kamis (25/6) sekira pukul 14.00 Wita. Sepeda motor yang hendak dijual pelaku dicuri pada salah satu rumah warga di wilayah Kecamatan Campalagian, Kamis (25/6) sekira pukul 04.30 Wita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelaku beraksi membobol rumah dan mencuri motor di wilayah Campalagian. Pelaku diamankan oleh masyarakat," ungkap Sandy.

ADVERTISEMENT

Menurut Sandy, pihaknya masih menyelidiki keterlibatan pelaku dengan aksi pencurian lain di daerah ini. Untuk kepentingan lebih lanjut, pelaku dan barang bukti satu unit sepeda sepeda motor hasil curian diserahkan ke Polres Polman.

"Langkah selanjutnya kami akan lakukan pengembangan. Pelaku kami serahkan ke Polres Polman untuk dilakukan penahanan," tandasnya.

Sementara MS yang mengaku berprofesi sebagai pengantar galon air minum berdalih mencuri lantaran butuh uang untuk biaya kebutuhan hidup. Termasuk untuk membeli popok anaknya yang baru berusia beberapa bulan.

"Mau beli kebutuhan, kue, popok sama beras kalau habis lagi," ujarnya.

MS mengaku melancarkan aksinya seorang diri. Dia mengaku penghasilannya sebagai pengantar galon air minum sangat pas-pasan bahkan terkadang tidak cukup untuk penuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Saya kerja sebagai pengantar galon. Gajiku tidak seberapa, biasa tidak cukup untuk hari-hari," kilahnya.




(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads