Pria yang mengamuk sambil membawa senjata tajam (sajam) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), ditangkap. Pelaku bernama Djumasir (50) saat ini dalam pemeriksaan intensif polisi.
"Iya benar pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih diperiksa oleh penyidik," ujar Kapolresta Kendari Kombes Edwin L. Sengka kepada wartawan, Senin (29/6/2026).
Edwin mengatakan pelaku Djumasir diamankan pada Senin (29/6) sekitar pukul 11.00 Wita. Polisi juga menyita sepeda motor yang digunakan saat kejadian, sedangkan parang yang dipakai masih dalam pencarian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan pengakuan pelaku, parang itu dibuang di pinggir jalan setelah kejadian. Sampai sekarang barang bukti tersebut masih kami cari," kata Edwin.
Selain menangani proses pidana, penyidik juga mendalami informasi bahwa pelaku diduga mengalami gangguan jiwa. Polisi masih mengumpulkan dokumen pendukung untuk memastikan informasi tersebut.
"Saat ini kami masih meminta administrasi dan dokumen pendukungnya. Semua itu akan menjadi bagian dari proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," bebernya.
Edwin mengungkapkan pelaku awalnya mengantre untuk membeli BBM jenis Pertamax. Namun memilih berpindah ke antrean Pertalite yang cukup panjang.
"Karena antrean cukup panjang, pelaku kemudian berpindah ke jalur pengisian Pertalite tanpa mengikuti antrean yang ada sehingga diprotes oleh pengendara lain," terang Edwin.
Protes tersebut berujung adu mulut hingga pelaku terpancing emosi. Dalam kondisi marah, Djumasir kemudian mengeluarkan parang dan mengamuk di area SPBU.
"Sejumlah pelanggan yang berada di lokasi sempat mengejar pelaku hingga meninggalkan tempat kejadian," imbuhnya.
Diketahui, peristiwa itu terjadi di SPBU Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua, Minggu (28/6) siang. Pelaku mengamuk usai ditegur sambil mengeluarkan senjata tajam.
"Dia langsung mengamuk dan keluarkan sajam, tapi warga juga ikut marah dan serang dia, ada yang melempar batu," kata warga berinisial NF kepada BeritaKlik, Minggu (28/6).
(hsr/ata)
