Kasus Gadis Di-bully 6 Teman gegara Rebutan Cowok di Pinrang Berakhir Damai

Kasus Gadis Di-bully 6 Teman gegara Rebutan Cowok di Pinrang Berakhir Damai

Muhclis Abduh - detikSulsel
Jumat, 03 Jul 2026 17:30 WIB
Gadis ABG di Pinrang diduga menjadi korban bullying.
Foto: Gadis ABG di Pinrang diduga menjadi korban bullying. (dok. Istimewa)
Pinrang -

Kasus gadis ABG berinisial IA (14) yang menjadi korban bullying atau perundungan oleh 6 teman remaja wanita di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) berakhir damai. Orang tua korban mencabut laporan setelah mempertimbangkan pelaku yang masih di bawah umur.

"Kasus tersebut (bullying) sudah dihentikan dan terjadi kesepakatan damai korban dan pelaku," kata Kanit Reskrim Polsek Lembang Ipda Akbar kepada detikSulsel, Jumat (3/7/2026).

Akbar menjelaskan, orang tua korban sepakat berdamai karena dikhawatirkan bisa mengganggu waktu sekolah anaknya. Orang tua korban juga telah mencabut laporan yang sebelumnya dibuat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Laporan yang sebelumnya dibuat oleh orang tua korban sudah dicabut. Pertimbangan orang tua berdamai karena ingin anaknya fokus sekolah sebab kalau kasus berlanjut nanti akan lebih sering bolak-balik ke polsek," paparnya.

Pertimbangan kedua yakni karena orang tua dan para pelaku telah menyampaikan permintaan maaf. Pelaku juga menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatan mereka.

ADVERTISEMENT

"Pertimbangan selanjutnya orang tua korban menerima damai karena dari orang tua pelaku dan para pelaku sudah menyampaikan maaf dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan perundungan ke korban," jelasnya.

Dia juga menegaskan para pelaku telah mengakui perbuatan. Mereka juga berharap agar kasus ini tidak berlanjut ke proses hukum sebab masih di bawah umur dan bersekolah.

"Kalau para pelaku mereka akui kesalahan mereka dan mereka masih di bawah umur berharap kasus dihentikan agar bisa tetap sekolah," terangnya.

Diketahui, perundungan ini terjadi Pantai Salopi, Desa Binanga Karaeng, Kecamatan Lembang, Pinrang pada Minggu (19/6) sore. Dugaan perundungan yang terjadi awalnya berupa kekerasan verbal atau lisan dan juga fisik. Perkara ini diduga dipicu perkara rebutan cowok.

"Informasi awal kemungkinan karena masalah cowok, seperti pacar-pacaran atau saling singgung di media sosial. Itu informasi awal saat proses klarifikasi," ungkap Akbar saat dihubungi, Rabu (24/6).




(sar/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads