Anggota TNI Ditikam Saat Lerai Keributan Depan THM di Mamuju

Sulawesi Barat

Anggota TNI Ditikam Saat Lerai Keributan Depan THM di Mamuju

Hafis Hamdan - detikSulsel
Minggu, 05 Jul 2026 15:30 WIB
Penikaman di depan THM Mamuju.
Foto: Penikaman di depan THM Mamuju. (dok. istimewa)
Mamuju -

Anggota TNI berinisial K (41) turut menjadi korban penikaman di depan tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Personel Kodim 1418/Mamuju itu disebut awalnya berniat melerai perkelahian yang terjadi di lokasi kejadian.

"Saat itu anggota kita dalam posisi melerai keributan yang terjadi di depan THM," kata Dandim 1418/Mamuju Kolonel Arm Andang Radianto dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Menurut Andang, anggotanya saat itu melihat keributan di lokasi. Korban kemudian berinisiatif melerai agar situasi tidak semakin memanas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun nahas, saat mencoba memisahkan pihak yang bertikai, korban diserang menggunakan sebilah badik oleh pria inisial MAF (20). Pelaku MAF juga menyerang satu warga sipil yaitu pria inisial T (53) yang belakangan dilaporkan meninggal akibat luka tusukan di perut.

"Jadi saya jelaskan kejadian keributan yang terjadi kemarin bahwa anggota kita yang ditikam tidak mengenal pelaku," kata Andang.

ADVERTISEMENT

Andang menyebut anggotanya masih dalam perawatan di rumah sakit dan kondisinya mulai stabil. Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan Polresta Mamuju untuk menangkap semua pelaku yang terlibat.

"Anggota kita saat ini dalam perawatan dan stabil. Kemudian kita berkoordinasi dengan Polresta Mamuju untuk menangkap pelaku dan memproses hukum sesuai undang-undang yang berlaku," terangnya.

Atas kejadian ini, Andang mengimbau seluruh jajaran prajurit Kodim 1418/Mamuju untuk tetap menahan diri dan tidak terpancing provokasi. Dia turut meminta agar kasus ini diserahkan kepada aparat penegak hukum.

Diberitakan sebelumnya, penikaman maut itu terjadi di depan THM yang terletak di Jalan Diponegoro, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 02.44 Wita. Korban tewas yakni warga inisial T, sementara K yang diketahui merupakan anggota TNI AD masih dalam perawatan.

Polisi telah menangkap terduga pelaku MAF lebih kurang tiga jam setelah peristiwa penikaman tersebut. Saat ini polisi masih mendalami kronologi lengkap dan motif pelaku menikam korban.

"Sekarang ini kan masih dilakukan pemeriksaan, setelah pemeriksaan baru kita sampaikan," kata Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir kepada wartawan, Sabtu (4/7).




(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads