Satgas Operasi Damai Cartenz menggerebek markas anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB), pelaku pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dan penembakan pilot, Captain Nicholas F. Goselin (29) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Sejumlah senjata tajam (sajam) dan senapan angin turut disita.
Penyidik awalnya melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Lapangan Terbang Balinggama, Yahukimo, Sabtu (4/7/2026). Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo mengatakan tim terlebih dahulu melakukan pengamanan dan sterilisasi area TKP setibanya di lokasi.
"Kemudian dilanjutkan dengan pengamatan umum, dokumentasi, pemotretan, pembuatan sketsa, pengukuran titik-titik penting, pemasangan garis polisi, pemeriksaan tingkat kerusakan pesawat, pemeriksaan lokasi ditemukannya korban, hingga pengumpulan barang bukti sebagai bagian dari proses penyidikan," ujar Yusuf dalam keterangannya, Rabu (8/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pelaksanaan olah TKP, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit pesawat PK-RCY yang hangus terbakar, sisa abu dan arang bekas kebakaran, serpihan bodi pesawat, serpihan kawat ban pesawat. Selain itu diamankan satu butir selongsong peluru kaliber 5,56 mm, serta sampel tanah di sekitar bangkai pesawat untuk kepentingan pemeriksaan Laboratorium Forensik.
"Tim melanjutkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan menemukan sebuah honai yang diduga digunakan sebagai markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan papan bertuliskan 'Markas Komando Daerah Militer TPNPB Kodap VII Balinggama'," paparnya.
Dari lokasi tersebut petugas mengamankan berbagai barang bukti berupa satu buah noken, satu syal bermotif Bintang Kejora, satu baju loreng, satu celana loreng, satu koppel, satu sangkur beserta sarungnya, dua bilah parang, satu senapan angin, satu senter.
Selain itu ada dua kotak obat, satu kartu SIM Telkomsel, tiga flashdisk, empat memory card kamera, tujuh memory card telepon seluler, satu unit kamera Sony, satu tripod, satu tas ransel loreng, serta satu tas selempang yang berisi dokumen dan identitas keanggotaan TPNPB.
"Di dalam tas tersebut juga ditemukan sejumlah kartu anggota TPNPB beserta dokumen lainnya yang saat ini masih dalam proses verifikasi dan pendalaman untuk mengetahui keterkaitannya dengan peristiwa ini maupun jaringan kelompok yang terlibat," jelas Yusuf Sutejo.
Seluruh barang bukti hasil olah TKP maupun penyisiran telah diserahkan kepada Tim Identifikasi Polda Papua untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium forensik, forensik digital. Selain itu dilakukan analisis lebih lanjut guna mendukung pembuktian dalam proses penyidikan.
Diketahui, penyerangan terhadap pesawat pilatus dengan nomor registrasi PK-RCY itu terjadi di Lapangan Terbang Balinggama, Yahukimo, Kamis (2/7) pukul 06.46 WIT. Pesawat yang membawa tujuh penumpang itu dibakar saat baru mendarat hingga pilotnya ditembak mati di lokasi kejadian.
Jenazah pilot asal Amerika Serikat (AS) itu baru dievakuasi sehari setelah kejadian, sedangkan tujuh penumpang dilaporkan berhasil diamankan dalam kondisi selamat. Pelaku penyerangan pesawat PT AMA awalnya diduga Elkius Kobak hingga Satgas Operasi Damai Cartenz mengungkap fakta terbaru di balik kejadian itu.
"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kami menyimpulkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Bakusip," ungkap Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz Kombes IGG Era Adinata dalam keterangannya, Sabtu (4/7).
Hal itu terungkap setelah dilakukan serangkaian penyelidikan melalui pemeriksaan saksi, wawancara, pengumpulan informasi, serta pemantauan media sosial. KKB Bakusip merupakan kelompok baru di bawah pimpinan Mbalingga.
"Kelompok ini merupakan kelompok baru yang dipimpin oleh M. Mbalingga. Dalam sejumlah unggahan media sosial, yang bersangkutan mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo," paparnya.
(sar/hsr)
