Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) selama semalaman. Sejumlah titik yang tersebar di enam kecamatan sempat banjir hingga setinggi 50 cm.
"Semalam ada beberapa wilayah di Kota Makassar yang tergenang karena hujan deras (yang) durasinya cukup lama dan intensitasnya sangat tinggi. Ketinggian sampai ada sampai sekitar 50 cm rata-rata," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar Muhammad Fadli Tahar kepada detikSulsel, Kamis (19/2/2026).
Fadli merinci sejumlah titik yang terdampak, seperti di Kecamatan Rappocini, air menggenang di ruas Jalan AP Pettarani. Selanjutnya, di Kecamatan Tamalate, air sempat menggenangi Jalan Sultan Alauddin, Maccini Sombala, dan Tanjung Merdeka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wilayah-wilayah ini memang drainasenya belum mampu menampung debit air saat hujan ekstrem seperti semalam," paparnya.
Di Kecamatan Panakkukang, genangan air terjadi di Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Boulevard, Jalan Pengayoman, dan area sekitar Mall Panakkukang. Menurut Fadli, kawasan tersebut tergenang akibat adanya limpahan air dari wilayah yang lebih tinggi di sekitarnya.
Di Kecamatan Biringkanaya genangan terjadi di Kelurahan Paccerakkang, Kelurahan Katimbang, dan sekitar Perumnas Antang. Sedangkan di Kecamatan Manggala, air sempat menggenangi sebagian wilayah Antang dan sekitaran Sungai Tallo.
Sementara di Kecamatan Ujung Tanah, air juga sempat menggenangi jalan di area pesisir. Namun saat ini seluruh wilayah telah kembali normal dan tidak ada masyarakat yang harus mengungsi.
"Sampai saat ini (genangan) sudah nihil, sudah surut," tutur Fadli.
Fadli juga mengatakan, genangan ini tidak separah tahun sebelumnya yang meluas hampir ke seluruh wilayah di Makassar. Ia mengklaim hal tersebut merupakan hasil dari langkah antisipasi pemerintah sebelum musim hujan, seperti normalisasi kanal dan saluran drainase.
"Sekarang juga (pemerintah) sedang merapikan pedagang kaki lima (PKL). Ternyata drainase yang mereka buat PKL itu banyak (yang) tersumbat, tidak lancar salurannya karena sampah bertumpuk di bawah sehingga ada hujan sedikit bisa tergenang atau banjir," jelasnya.
Meski demikian, Fadli tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi genangan hingga banjir akibat cuaca. Ia menyebut, berdasarkan prediksi BMKG, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan mereda setelah Februari 2026.
"Lewat dari bulan dua ini, kita bisa pastikan sudah aman, berdasarkan prediksi BMKG Makassar sudah aman," pungkasnya.
(asm/hsr)










































