Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akan melakukan perbaikan menyeluruh terkait aktivitas di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Antang. Salah satunya membenahi kolam Lindi alias Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) usai sejumlah rumah warga terendam air limbah.
"Untuk saat kemarin Pemkot Makassar sementara melakukan pembenahan untuk TPA. Insyaallah akan segera dilakukan penataan secara menyeluruh," ujar Kepala DLH Makassar Helmy Budiman kepada detikSulsel, Senin (30/3/2026).
Rehabilitasi kolam lindi akan dilakukan melalui pembersihan menyeluruh dengan mengangkat sedimen atau lumpur yang menumpuk di dasar kolam penampungan. Hal itu untuk mencegah luapan masuk rumah warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perbaikan termasuk juga air limbah yang dihasilkan atau lindi. Ini sebentar kami buatkan perbaikan di kolam Lindi. Untuk saat ini kami menghentikan pembuangan sampah di area belakang TPA Antang," ungkapnya.
Pihaknya juga mengaku telah berkunjung ke lokasi saat warga menutup jalan akses TPA Antang pada Sabtu (28/3). Helmy memastikan telah berkoordinasi untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.
"Seperti kita ketahui memang terjadi penutupan di hari Sabtu kemarin tapi alhamdulillah pihak Pemkot itu sudah datang berkoordinasi dan berdiskusi dengan masyarakat untuk mencari solusi bagaimana yang terbaik kedepannya," katanya.
Pihaknya bersama tim ahli dan Dinas PU Makassar telah ke lokasi melakukan peninjauan. Kunjungan itu untuk pembenahan akses pedestrian di area TPA Antang yang dikeluhkan warga.
"Di hari Minggu kemarin kami juga sudah sempat berkunjung ke lokasi TPA bersama teman-teman dari dinas pekerjaan umum dan dari dinas lingkungan hidup serta dari tim ahli pemerintah kota Makassar ditemani oleh Prof Batara Surya. Kita Sementara mau melakukan perbaikan jalan melalui alokasi anggaran Dinas PU," bebernya.
Perbaikan juga akan dilakukan untuk akses keluar masuk mobil pengangkut sampah. Hal itu untuk memastikan mobil pengangkut sampah tidak menumpuk di jalan umum yang memicu kemacetan.
"Dan tentu juga kita akan membuka akses baru untuk bagaimana caranya mobil-mobil sampah itu tidak menumpuk di area Jalan Raya Antang," ungkapnya.
Pihaknya berharap solusi ini bisa mengurangi keluhan warga terkait kemacetan dan air lindi. Namun dia meminta warga bersabar karena proses perbaikan dilakukan bertahap.
"Tentu ke depan mudah-mudahan kejadian serupa yang terjadi di TPA kemarin itu tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Membutuhkan banyak sekali perbaikan secara menyeluruh di TPA Antang baik itu dari sisi manajemen maupun dari sisi tata kelola persampahan," ujarnya.
Pemkot Siapkan Solusi Jangka Panjang
Pemkot Makassar juga menyiapkan strategi jangka panjang dalam 180 hari ke depan untuk menangani persoalan sampah yang kian meningkat. Helmy menyebut volume sampah telah mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.
"Untuk solusi jangka panjang selama 180 hari ke depan kita persiapkan strategi-strategi jangka panjang. Tentu dengan hitungan sampah yang sudah ada di kota Makassar sebanyak 1000 ton lebih perlu penanganan secara serius," katanya.
Penanganan dinilai harus dilakukan secara serius dan terencana agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas. Selain itu, Pemkot Makassar juga mendorong percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL).
"Hari ini kami menerima undangan dari kemenko pangan. Untuk percepatan pelaksanaan PSEL di Kota Makassar. Besok rapatnya akan dilaksanakan di kantor Kemenko Pangan di Jakarta," jelasnya.
Makassar, lanjut Helmy, masuk dalam 33 daerah prioritas yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto untuk pengembangan proyek tersebut. Helmy akan menyampaikan poin strategis untuk mendukung realisasi PSEL di Makassar.
"Makassar masuk menjadi bagian 33 daerah yang menjadi prioritas bapak presiden untuk pelaksanaan PSEL. Ada beberapa poin besok yang akan disampaikan pastinya," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga mengeluhkan air limbah dari TPA Antang masuk rumah. Warga yang protes kemudian menutup akses ke TPA Bintang 5 di Jalan Tamangapa Raya pada Sabtu (28/3).
"Penutupan kemarin adanya limbah TPA yang masuk ke rumah warga. Makanya warga di (sekitar) TPA Bintang 5 Tamangapa menutup akses masuk," kata warga bernama Zainal (50) kepada detikSulsel, Minggu (23/6).










































