Polisi menangkap dua orang berinisial AR (35) dan RAM (25) terkait jual beli busur panah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). AR selaku pembuat diduga menjual senjata rakitannya ke kelompok geng motor yang kerap membuat onar dengan harga Rp 50 ribu per buah.
Bisnis ilegal yang dijalankan AR terungkap dari penangkapan RAM di pertigaan Jalan Barukang Raya-Jalan Barukang Utara, Jumat (24/4) sekitar pukul 03.45 Wita. Saat itu tim Trisula Polrestabes Makassar melakukan patroli mencegah gangguan geng motor.
"Setelah menerima laporan, tim patroli menemukan pelaku RAM yang melintas menggunakan motor," ujar Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana di Mapolrestabes Makassar, Jumat (24/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya mengatakan RAM langsung digeledah oleh petugas di lokasi. Sebanyak 15 busur panah lengkap dengan alat pelontarnya ditemukan di dalam tas ransel RAM.
"Awalnya ditemukan 15 batang panah busur, kemudian dicek lagi ada pelontarnya di dalam ransel," bebernya.
Polisi melakukan pengembangan dan mengamankan AR di lokasi berbeda. AR mengakui busur panah yang dibawa RAM adalah buatannya yang dijual Rp 50 ribu per buah.
"Pelaku AR mengakui busur yang dibawa RAM merupakan hasil produksinya. Dia membuat busur lengkap dengan pelontarnya dan menjualnya Rp 50 ribu per buah," ungkap Arya.
Selanjutnya polisi menggeledah rumah AR dan menemukan 122 busur panah. Dari rumah AR, polisi turut menyita satu unit gerinda yang digunakan untuk membuat busur panah.
"Ada 122 busur panah. Dari hasil interogasi, pelaku ini sudah sering membuat busur panah di rumahnya," imbuh Arya.
Geng Motor Bacok-Busur Remaja
Diketahui, dua kubu geng motor terlibat tawuran di depan Mie Gacoan, Jalan AP Pettarani, Senin (20/4) dini hari. Dua kelompok yang terlibat diduga berasal dari Jalan Sukaria serta Maccini-Ablam dan sekitarnya.
Akibat kejadian itu, satu orang dari kelompok penyerang dilaporkan mengalami luka namun korban tidak melanjutkan laporan ke polisi. Pihak kepolisian lantas menyoroti sikap tersebut.
"Terus terkait hal ini juga, atensi khusus geng motor, kadang-kadang masyarakat tidak mau terbuka. Contohnya, perang kelompok di situ sebetulnya kubu sebelah ada korban luka juga itu malam, tapi tidak melapor," kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni kepada detikSulsel, Selasa (21/4).
Usai tawuran, salah satu kelompok geng motor justru melanjutkan aksinya dengan menyasar korban lain di jalan. Kelompok ini menyerang remaja inisial AR (16) saat berpapasan di jalan.
"Usai mereka menyerang, dengan menggunakan motor menuju urip tepatnya di Aspol Panaikang, nyikat 1 orang. Mereka geng motor ini melawan arus (lalu lintas)," kata Iptu Uji Mughni.
Saat itu korban dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Barombong, berpapasan dengan rombongan pelaku. Korban sempat berusaha melarikan diri, namun terjatuh di Jalan Angkasa.
"Saat korban coba melarikan diri jatuh motornya di Jalan Angkasa, di situ korban dianiaya," kata Uji.
Remaja tersebut kemudian menjadi sasaran kekerasan brutal. Ia mengalami sembilan luka bacok di sekujur tubuh, bahkan sebuah busur panah tertancap di bagian pinggul.
"9 luka bacok, 1 busur tertancap di pinggulnya. Dia sempat teriak masyarakat saat itu belum keluar dan sudah keburu pingsan. Dia sempat teriak masyarakat saat itu belum keluar dan sudah keburu pingsan," jelasnya.
Korban yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar. Selanjutnya, korban dirujuk ke RSUD Daya untuk penanganan lebih lanjut.
Pemotor Kejar Remaja Pakai Busur Panah
Sebelumnya, sekelompok pengendara motor mengejar seorang remaja menggunakan busur panah di Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Selasa (14/4) sekitar pukul 03.00 Wita. Korban yang diduga hendak bersembunyi sampai masuk ke salah satu toko kelontong.
"Seperti biasa saya jaga (warung), kayak tunggu jeka pembeli masuk. Tapi tiba-tiba langsung ada anak-anak muda lari masuk, kaget ka juga karena anak-anak yang nda kukenal," kata kata pemilik warung, Nurul kepada detikSulsel di lokasi, Rabu (15/4).
Remaja itu disusul seorang pemuda yang dalam posisi hendak melepaskan busur panah. Sekitar tiga remaja lainnya yang membawa busur juga berlari masuk ke dalam warung.
"Nda lama, datang mi juga yang (lain) bawa busur kayaknya yang dia bawa," ungkap Nurul.
Nurul mengatakan pelaku sekelompok pemotor sempat memanggil korban untuk keluar dari warung. Nurul tidak berani menghalangi gerombolan pelaku karena khawatir diserang.
"Itu ji na bilang (sekelompok pemotor), 'sini ko keluar', baru kan ini nda gubris toh, jadi mereka yang lari masuk, tarik (korban) keluar," bebernya.
Dia mengaku sekelompok pelaku sempat terlibat perdebatan di dalam rumah. Tak berselang lama, mereka menarik korban keluar dan meninggalkan lokasi kejadian.
"Ada kakakku sama suaminya toh, langsung bangun karena lagi tidur, karena keras suaranya anak yang lari toh. Keponakanku juga yang masih kecil kaget karena ribut-ribut," jelasnya.
Simak Video "Video: WN China Diserang Gerombolan Bermotor Pengguna Narkoba di Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hsr)
