Gaya-gayaan Geng Motor Serang Asrama Polisi di Makassar Malah Babak Belur

Gaya-gayaan Geng Motor Serang Asrama Polisi di Makassar Malah Babak Belur

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 28 Apr 2026 08:10 WIB
Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana menjelaskan kronologi remaja bernama Bertrand Eka Prasetyo Radiman,  terkena tembakan dari pistol polisi yang tidak sengaja meletus. Reinhard/detiksulsel
Foto: Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana menjelaskan kronologi remaja bernama Bertrand Eka Prasetyo Radiman, terkena tembakan dari pistol polisi yang tidak sengaja meletus. Reinhard/detiksulsel
Makassar -

Kawanan geng motor melakukan aksi penyerangan di Asrama Polisi (Aspol) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Satu pelaku diamuk warga hingga babak belur sebelum diamankan aparat.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana mengatakan penyerangan terjadi di Aspol Tello, Kecamatan Panakkukang, Makassar pada Minggu (26/4/2026). Warga melakukan perlawanan hingga terjadi aksi saling serang.

"Kalau penyerangan di Aspol masih kami dalami pelaku-pelakunya," ujar Kombes Arya kepada wartawan, Minggu (26/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arya mengungkapkan dalam aksi saling serang tersebut, satu orang ditangkap dan diamuk warga. Akibatnya yang bersangkutan mengalami luka-luka.

"Ada satu yang ditangkap oleh warga, namun terjadi tindakan main hakim sendiri," katanya.

ADVERTISEMENT

Polisi yang datang ke lokasi membawa pemuda tersebut ke rumah sakit untuk diberikan perawatan sebelum dipulangkan ke kediamannya. Arya menyebut sejauh ini belum ditemukan barang bukti yang menguatkan dugaan penyerangan dari pemuda tersebut.

"Untuk sementara tidak ada barang bukti. Yang bersangkutan tidak menyatakan apa-apa, hanya mengaku lewat di lokasi," ungkapnya.

Meski begitu, polisi tetap melakukan pendalaman dengan menelusuri isi telepon genggam pria tersebut serta kemungkinan keterkaitannya dengan pihak lain.

"Kami masih dalami dari handphonenya dan hubungannya dengan teman-temannya," tutup Arya.

Terbongkar Bisnis Busur Panah

Sebelumnya, polisi menangkap dua orang berinisial AR (35) dan RAM (25) terkait jual beli busur panah di Kota Makassar. AR selaku pembuat diduga menjual senjata rakitannya ke kelompok geng motor yang kerap membuat onar dengan harga Rp 50 ribu per buah.

Bisnis ilegal AR terungkap dari penangkapan RAM di pertigaan Jalan Barukang Raya-Jalan Barukang Utara, Jumat (24/4) sekitar pukul 03.45 Wita. Kombes Arya mengatakan RAM langsung digeledah oleh petugas di lokasi.

"Awalnya ditemukan 15 batang panah busur, kemudian dicek lagi ada pelontarnya di dalam ransel," ujar Arya.

Polisi melakukan pengembangan dan mengamankan AR di lokasi berbeda. AR mengakui busur panah yang dibawa RAM adalah buatannya yang dijual Rp 50 ribu per buah.

"Pelaku AR mengakui busur yang dibawa RAM merupakan hasil produksinya. Dia membuat busur lengkap dengan pelontarnya dan menjualnya Rp 50 ribu per buah," ungkap Arya.

Selanjutnya polisi menggeledah rumah AR dan menemukan 122 busur panah. Dari rumah AR, polisi turut menyita satu unit gerinda yang digunakan untuk membuat busur panah.

"Ada 122 busur panah. Dari hasil interogasi, pelaku ini sudah sering membuat busur panah di rumahnya," imbuh Arya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Tips Liburan Asyik di Pantai Pulau Kodingareng Keke, Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads