Terungkap Rencana Jahat Feri Mau Sekap-Perkosa Mahasiswi di Surabaya Modus Loker

Makassar

Terungkap Rencana Jahat Feri Mau Sekap-Perkosa Mahasiswi di Surabaya Modus Loker

Tim detikSulsel - detikSulsel
Senin, 18 Mei 2026 06:15 WIB
Pelaku penyekapan dan pemerkosaan mahasiswi di Makassar saat ditangkap di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Foto: Pelaku penyekapan dan pemerkosaan mahasiswi di Makassar saat ditangkap di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (dok. Istimewa)
Makassar -

Polisi mengungkap rencana jahat pria bernama Feri Dg Rumpa (33) setelah menyekap dan memperkosa mahasiswi, MA (21) modus lowongan kerja (loker) palsu di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Usut punya usut, Feri ternyata sudah berniat melakukan aksi kejahatan serupa di Surabaya, Jawa Timur.

Feri awalnya melakukan aksi bejatnya di kompleks perumahan elite di Kecamatan Tamalate, Makassar sejak Sabtu-Minggu, 9 hingga 11 Mei 2026 (sebelumnya ditulis 8-10 Mei). Siasat pelaku bermula dari unggahan loker sebagai pengasuh atau baby sitter melalui media sosial.

Tawaran loker tersebut menarik perhatian mahasiswi MA yang mencari biaya tambahan selama kuliah di Makassar. Korban kemudian diminta datang ke TKP yang merupakan rumah kontrakan pelaku pada Sabtu (9/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah itu disampaikan bahwa untuk bekerja di tempat tersebut masih harus menunggu beberapa hari. Selama menunggu, korban dipekerjakan di rumah itu kurang lebih dua hari sebagai pembantu rumah tangga," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana kepada wartawan, Minggu (17/5).

Arya mengatakan, pelaku mengontrak rumah untuk dijadikan lokasi menjebak korban. Rumah tersebut dikontrak secara harian.

ADVERTISEMENT

"Orang ini juga yang tempat tinggal di Makassar ini bukan sewa rumah kontrakan sebulan, ini per hari itu bayar Rp 300 ribu," tuturnya.

Korban tanpa rasa curiga sempat menginap selama dua hari sesuai permintaan pelaku. Mirisnya, korban mengalami pemerkosaan pada hari ketiga berada di TKP tepatnya pada Senin (11/5) sekitar pukul 18.00 Wita.

"Pada hari ketiga, pelaku masuk ke kamar korban lalu melakukan kekerasan dan mengancam korban menggunakan pisau cutter untuk memperkosa si korban. Korban kemudian disekap, mulut dan matanya dilakban, lalu diperkosa beberapa kali," jelasnya.

Keesokan harinya setelah melakukan pemerkosaan, pelaku melarikan diri ke Surabaya menggunakan kapal laut. Sebelum kabur, pelaku sempat mencuri handphone (HP) hingga motor milik korban.

"Pelaku ini juga selain melakukan pemerkosaan, juga mencuri uang, motor, dan handphone milik korban," beber Arya.

Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya menangkap pelaku di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (16/5) sore. Dari penangkapan tersebut terungkap bahwa pelaku datang ke Surabaya tidak hanya sebagai tempat pelariannya.

Pelaku Sebar Loker Palsu di Surabaya

Arya mengungkap, pelaku ternyata berencana melakukan aksi kejahatannya seperti di Makassar. Pelaku terdeteksi kembali memasang iklan loker fiktif untuk memancing korban baru di Surabaya.

"Sudah selesai dengan yang di Makassar, dia mau berangkat ke Surabaya, dia sudah buka lowongan kerja di Surabaya. Jadi cari orang untuk dikerjain lah," jelasnya.

Loker palsu itu sudah disebar pelaku melalui media sosial. Beruntung, rencana pelaku di Surabaya digagalkan setelah ditangkap saat kapal yang ditumpanginya baru bersandar di pelabuhan.

"Selain di Makassar, pelaku juga diketahui telah memasang iklan lowongan kerja di Surabaya melalui Facebook," tegas Arya.

Arya melanjutkan, pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku ternyata pernah melakukan tindak pidana lain.

"Dia juga pernah melakukan pencurian kendaraan bermotor di Takalar. Mungkin nanti setelah kami dalami mungkin ada tindak pidana lain serupa," imbuh Arya.

Pelaku Jual Motor dan HP Korban Rp 3 Juta

Selain menangkap pelaku pemerkosaan, polisi turut menyita motor dan HP milik korban yang sempat dijual oleh pelaku. Barang-barang milik korban dijual Rp 3 juta sebelum melarikan diri ke Surabaya.

"Pelaku mengakui telah menjual sepeda motor dan HP milik korban kepada seseorang berinisial SU dengan total harga Rp 3 juta," kata Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar Ipda Supriadi Gaffar dalam keterangannya, Minggu (17/5).

Setelah ditangkap di Surabaya, pelaku dibawa ke Makassar untuk pengembangan kasus di TKP. Belakangan, pelaku ternyata berusaha kabur hingga kakinya terpaksa ditembak oleh polisi.

"Pada saat tersangka dibawa untuk pengecekan TKP di Makassar. Dia mencoba melarikan diri sehingga anggota mengambil tindakan tegas terukur," beber Supriadi.

Sementara korban saat ini dilaporkan mengalami trauma usai disekap dan diperkosa oleh pelaku. UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Pemkot Makassar menjadwalkan akan memberikan konseling kepada korban pada Senin (18/5).

"Korban masih trauma atas kejadian ini. Besok (18 Mei) UPTD akan memberikan layanan konseling dan itu sudah dijadwalkan," kata Kepala UPTD PPA Makassar Andi Erliana kepada wartawan, Minggu (17/5).

Menurut Erliana, korban saat ini masih berada di asrama yang menjadi tempat tinggalnya sementara. Tim UPTD PPA Makassar akan langsung turun ke kediaman korban untuk melakukan pemulihan.

"Kalau kondisi korban memungkinkan, kami jemput dan bawa ke UPTD. Tapi kalau tidak memungkinkan, kami yang akan mendatangi korban di asrama," jelasnya.

Halaman 3 dari 2
(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads