Pemkot Makassar menyiapkan area khusus di Terminal Malengkeri untuk menjadi 'pasar baru' bagi pedagang sayur di Pasar Kalimbu. Dengan adanya lokasi ini, pedagang yang mengenakan mobil pikap diharapkan tidak lagi melakukan aktivitas bongkar muat barang di badan jalan.
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan sejak penertiban dilakukan pada beberapa hari lalu, mayoritas pedagang bongkar muat sayur mayur telah berpindah dan beroperasi di Terminal Malengkeri. Dia menyebut persentasenya sudah mencapai 90 persen.
"Alhamdulillah saat penertiban kemarin, hampir 90 persen pedagang bongkar muat sudah masuk dan beraktivitas di Terminal Malengkeri dengan tertib," ujar Elber dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini berkat dukungan dan sosialisasi dari Pak Camat, Perumda Pasar, serta organisasi masyarakat yang ikut membantu menyampaikan kepada para pedagang sebelum relokasi dilakukan," sambung Elber.
Elber menjelaskan, PD Terminal telah menyiapkan area khusus bongkar muat bagi kendaraan pengangkut barang dagangan, sekaligus melakukan pengaturan zonasi agar aktivitas distribusi tetap berjalan lancar. Berdasarkan data awal dari Perumda Pasar, jumlah kendaraan pedagang yang diperkirakan masuk berkisar 308 unit.
"Kami memang menyiapkan skema awal sekitar 300 kendaraan, tetapi realisasinya hampir 400 kendaraan masuk. Karena itu kami melakukan penataan per blok dan zona parkir agar semuanya tetap bisa terakomodasi dengan baik," jelasnya.
Elber menambahkan, lonjakan jumlah kendaraan terjadi karena tidak hanya pedagang dari kawasan Pasar Kalimbu yang masuk beroperasi di Terminal Malengkeri. Pihaknya tetap mengedepankan pendekatan pelayanan dan pengaturan yang humanis agar seluruh aktivitas perdagangan tetap berjalan tertib tanpa mengganggu operasional terminal.
"Terminal ini prinsipnya adalah fasilitas pelayanan, karena itu kami tetap berupaya mengakomodasi para pedagang dengan pengaturan yang baik agar semua bisa terlayani," katanya.
Dia menyebutkan, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada jumlah pedagang, melainkan pengaturan arus kendaraan pembeli yang ikut masuk ke dalam area terminal saat aktivitas bongkar muat berlangsung.
Menurutnya, sebagian besar pembeli datang menggunakan kendaraan roda empat untuk langsung mengambil barang dagangan dari langganan mereka, sehingga membutuhkan pengaturan lalu lintas internal yang lebih ketat.
"Yang menjadi perhatian sekarang adalah kendaraan pembeli yang ikut masuk ke dalam terminal. Ini yang sedang kami tata agar tidak menimbulkan kemacetan," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Perumda Terminal menyiapkan petugas khusus yang berjaga mengatur sirkulasi kendaraan dan parkir selama aktivitas bongkar muat berlangsung. Adapun operasional pasar bongkar muat di Terminal Malengkeri berlangsung mulai pukul 23.00 Wita hingga sekitar pukul 06.00 Wita.
Elber mengatakan, perpindahan aktivitas bongkar muat ke terminal juga membawa dampak positif terhadap penataan kawasan Jalan Veteran Utara dan Pasar Kalimbu yang kini terlihat lebih bersih dan tertib.
"Tujuan utama kebijakan ini adalah penataan kota. Sekarang kawasan yang sebelumnya padat aktivitas pasar tumpah sudah jauh lebih bersih dan lalu lintas lebih tertata," jelasnya.
Terkait retribusi, Elber memastikan selama masa uji coba relokasi, pedagang masih dibebaskan dari biaya penggunaan lahan atau lokasi di Terminal. Pedagang hanya dikenakan biaya masuk terminal dan parkir sesuai ketentuan yang berlaku.
"Sementara ini masih tahap penyesuaian dan uji coba gratis. Fokus kami adalah memastikan seluruh aktivitas berjalan tertib terlebih dahulu," tutupnya.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar menertibkan sejumlah mobil pikap pengangkut sayur yang membongkar muatannya di bahu Jalan Veteran. Sejumlah mobil sempat digembok sebagai peringatan.
"Hari ini kita penindakan di sepanjang Jalan Veteran sebelah kiri dan kanan. Jadi semua yang bongkar muat di Pasar Kalimbu ini kami tindaki dengan penggembokan," kata Kepala Bidang Terminal, Perparkiran, Audit dan Inspeksi (TPAI) Dishub Makassar Irwan Sampeang kepada wartawan, Selasa (26/5).
Penertiban berlangsung di sekitar Pasar Kalimbu, Jalan Veteran, Makassar, Selasa (26/5) subuh. Petugas langsung memberikan penindakan kepada setiap mobil yang sementara melakukan bongkar muat barang di lokasi.
Irwan mengatakan, para pemilik kendaraan kemudian sepakat membuat perjanjian untuk tidak lagi melakukan aktivitas bongkar muat di bahu jalan. Sehingga, gembok yang sebelumnya dipasang sebagai sanksi dilepaskan petugas.
"Tapi hari ini mereka membuat pernyataan untuk bersedia tidak membongkar lagi di sini. Makanya saya berikan untuk hari ini," ungkapnya.
(asm/hsr)










































