Wanita berinisial KI (39) nekat membacok mahasiswa inisial MH (20) hingga satu jari korban nyaris terputus di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Aksi itu dilakukan pelaku karena emosi setelah ditabrak korban di jalan.
Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya Iptu Mataram mengatakan peristiwa tersebut terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Selasa (2/6). Penganiayaan bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor menabrak pelaku yang sedang mengisi angin ban kendaraan.
Usai kecelakaan, korban diduga hendak meninggalkan lokasi. Hal itulah yang kemudian memicu emosi pelaku yang berujung melakukan penganiayaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut keterangan tersangka, korban menabraknya saat sedang mengisi angin ban. Setelah itu korban diduga mau meninggalkan TKP sehingga pelaku emosi dan melakukan penganiayaan," beber Mataram.
Pelaku menyerang korban menggunakan pisau dapur yang ia bawa di mobilnya. Korban pun mengalami sejumlah luka serius di bagian tubuhnya dan satu jarinya hampir terputus.
"Korban mengalami luka di bagian tangan, kepala, dan yang paling parah pada kedua jarinya. Satu jari hampir putus dan satu lainnya masih bisa diselamatkan," ungkap Mataram.
Sementara pelaku, juga mengalami luka pada kaki akibat insiden kecelakaan tersebut. Setelah penganiayaan, korban melaporkan kejadian itu ke polisi dan dilakukan penyelidikan hingga pelaku ditangkap di sekitar Perumahan Citra Sudiang pada Selasa (9/6).
Saat diamankan, pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan pisau dapur. Barang bukti juga ditemukan masih berada di rumah pelaku.
"Setelah kami amankan, yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Kami juga mengamankan barang bukti pisau dapur yang masih tersimpan di rumahnya," katanya.
Polisi menyebut kasus penganiayaan dan kecelakaan lalu lintas itu ditangani secara terpisah.
"Kasus penganiayaan ditangani Polsek Biringkanaya, sedangkan untuk kecelakaan lalu lintas ditangani Unit Laka Lantas Polrestabes Makassar karena korban sudah membuat laporan," pungkas Mataram.
(asm/hsr)
