Bos Sop Keluargata dan Coto Dewi Tak Terima Ditertibkan, Ungkit Lokasi Lain

Makassar

Bos Sop Keluargata dan Coto Dewi Tak Terima Ditertibkan, Ungkit Lokasi Lain

Sahrul Alim - detikSulsel
Senin, 15 Jun 2026 19:30 WIB
Kondisi warung Sop Keluargata di Sunu, Makassar, usai kembali dibongkar petugas.
Kondisi warung Sop Keluargata di Sunu, Makassar, usai kembali dibongkar petugas. Foto: (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

Pemilik Sop Keluargata dan Coto Dewi bernama Muhammad Yusuf (55) menanggapi penertiban warung makannya di Jalan Sunu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Yusuf tidak terima ditertibkan untuk kedua kalinya dengan dalih hanya berjualan di lahan darurat.

"Pernah memang dibongkar, tapi saya punya karyawan juga butuh makan," kata Yusuf kepada detikSulsel di lokasi, Senin (15/6/2026).

Yusuf mengaku sudah berjualan makanan khas Sulsel ini sejak 15 tahun lalu di pinggir jalan ini. Sejak saat itu, dia mengaku telah memberdayakan para janda di sekitar tempat tinggalnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ini saya sudah ada 15 tahun. Dulu kecil-kecil, akhirnya banyak peminat dikembangkan usaha. Ini rata-rata saya pekerjakan orang-orang janda. Gajinya juga tidak seberapa," jelasnya.

Dia mengakui bagian warungnya yang dibongkar di Sop Keluargata berada di atas drainase dan melewati roling jalan. Meski demikian, dia menilai bangunannya bukan permanen.

ADVERTISEMENT

"Sebenarnya kalau kita mau tata Makassar kan ada roling, supaya orang tidak membangun lewat dari roling. Inikan bukan permanen, ini darurat, tidak ada permanen, cuma kita pakai lahan untuk berjualan," dalihnya.

Setelah sebagian warungnya dibongkar, Yusuf berharap agar Pemerintah Kota Makassar berlaku adil. Dia menilai sejumlah pengusaha di kawasan tertentu juga melanggar tata ruang.

"Jadi kalau memang pemerintah mau artinya adil, coba yang di jalan Veteran, Sulawesi Somba Opu, jalan Timor, Nusantara, yang punya IMB perlihatkan, tata semua itu. Seumpamanya dia lewat dari roling bongkar juga," kata Yusuf.

Dia lantas merasa diganggu karena merupakan pedagang kecil di Jalan Sunu. Sementara di wilayah lain, dia menuding pengusaha besar tak tersentuh.

"Kalau saya tidak ada masalah, cuma yang kecil yang diganggu. Coba berani kalau di Jalan Nusantara, Sulawesi, Vetaran, buka IMB. Tolong diperlihatkan IMB, tata semua itu Makassar. Kalau seumpamanya lewat dari roling bongkar juga," tegasnya.

"Karena kita lihat yang monopoli itu orang-orang besar. Kalau saya tidak ada masalah, ada yang lebih kecil itu yang diganggu. Coba kalau berani di Jalan Sulawesi, Nusantara, Veteran," pungkas Yusuf.

Diketahui, Pemerintah Kecamatan Bontoala kembali menertibkan kanopi warung makan Sop Kaluargata dan sejumlah lokasi usaha lainnya di Jalan Sunu, Makassar. Penertiban kedua dilakukan setelah pemilik kembali berjualan di atas fasum berupa drainase.

Pantauan detikSulsel, Senin (15/6) tim penertiban telah membongkar kanopi dan cor beton di atas drainase milik Sop Saudarata. Karyawan tampak membersihkan sisa puing yang bisa diselamatkan.

"Jadi penertiban ini adalah penertiban tahap kedua, kemarin waktu tahap pertama sebenarnya kita anggap sudah selesai," ujar Camat Bontoala Fataullah kepada wartawan di lokasi, Senin (15/6).

Fataullah menyebut penertiban pertama dilakukan pada Rabu (10/6). Namun saat tim penertiban meninggalkan lokasi, pengelola warung makan tersebut kembali berjualan di lokasi bekas bongkaran.

"Ketika sudah dibongkar kemarin Rabu, sorenya mereka bangun lagi dan mereka berjualan lagi," jelasnya.

Tak hanya itu, pengelola Sop Saudarata disebut sengaja memviralkan aksinya ini. Mereka membuat konten di media sosial seolah menantang untuk ditertibkan kembali.

"Kemudian mereka viralkan lagi di TikTok, media, kemudian sifatnya menantang lah. Akhirnya tim turun kembali melihat dan ternyata memang masih berjualan dan sifatnya melanggar. Akhirnya, karena dia sifatnya melanggar jadi kita tertibkan kembali," ungkap Fataullah.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads