Booth Pemkot Makassar Curi Perhatian di Indonesia City Expo APEKSI 2026

Booth Pemkot Makassar Curi Perhatian di Indonesia City Expo APEKSI 2026

Andi Nur Isman Sofyan - detikSulsel
Kamis, 02 Jul 2026 18:30 WIB
Booth Pemkot Makassar di Indonesia City Expo (ICE), Pentas Seni, dan Bazar UMKM pada rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI Tahun 2026.
Booth Pemkot Makassar di Indonesia City Expo (ICE), Pentas Seni, dan Bazar UMKM pada rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI Tahun 2026. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Karya dan inovasi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mencuri perhatian dalam ajang Indonesia City Expo (ICE), Pentas Seni, dan Bazar UMKM pada rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI Tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara. Pemkot Makassar mengusung konsep memadukan warisan budaya, inovasi digital, dan potensi ekonomi kreatif melalui booth replika kapal pinisi di atas area pameran.

Ikon maritim kebanggaan Sulawesi Selatan (Sulsel) itu menjadi daya tarik utama sekaligus simbol kejayaan peradaban bahari nusantara yang telah diakui dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Booth ini bisa dieksplorasi oleh seluruh pengunjungnya.

"Di kegiatan APEKSI Expo hari ini, kita memperlihatkan booth yang dipersembahkan oleh Pemerintah Kota Makassar. Luar biasa sekali, dan di dalamnya sudah banyak hal yang bisa dilihat serta dieksplorasi," ujar Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin usai menghadiri pembukaan Indonesia City Expo, Pentas Seni, dan Bazar UMKM dalam rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Hotel Santika Premiere Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Rabu (1/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehadiran replika tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para kepala daerah, delegasi, hingga pengunjung yang memadati arena Indonesia City Expo. Menurut Appi, booth Makassar tidak hanya menampilkan identitas budaya, tetapi juga memperkenalkan berbagai inovasi daerah yang menjadi bagian dari pembangunan Kota Makassar.

Di dalam booth tersebut, pengunjung dapat melihat berbagai produk kerajinan unggulan binaan Dekranasda Kota Makassar, koleksi aksara Lontara, teknologi foto berbasis Artificial Intelligence (AI), hingga beragam inovasi yang menggambarkan transformasi pelayanan publik dan ekonomi kreatif Kota Makassar.

ADVERTISEMENT

"Di antaranya terdapat kerajinan dari Dekranasda, ada juga dari Tim Rappo yang menampilkan produk-produk hasil daur ulang, kemudian ada Lontara, hingga fasilitas foto dengan teknologi AI dan sebagainya. Pameran ini terbilang sangat kompleks," katanya.

Eksistensi Booth Makassar menjadi daya tarik bagi pengunjung, baik kepala daerah dan tamu lainya. Hal ini karena, tidak sekadar menampilkan kemegahan replika Pinisi, tetapi juga membawa pengunjung menyelami identitas Kota Daeng melalui ragam seni, budaya, dan produk unggulan lokal.

Berbagai kerajinan tangan, kuliner khas, hingga produk UMKM dipamerkan sebagai representasi kekayaan ekonomi kreatif yang tumbuh dari kearifan lokal. Suasana semakin hidup dengan pertunjukan seni tradisional khas Makassar.

Pengunjung disuguhi penampilan Passinrilik, seniman pelantun sastra lisan tradisional Sinrilik (Sinriliq) yang membawakan kisah-kisah kepahlawanan, sejarah, petuah kehidupan, hingga roman dalam bentuk prosa lirik yang dilantunkan secara berirama.

Lantunan tersebut berpadu dengan alunan alat musik gesek tradisional kesok-kesok, menghadirkan pengalaman budaya yang autentik dan memikat perhatian para tamu dari berbagai daerah di Indonesia.

Tidak hanya menonjolkan sisi budaya, Pemkot Makassar juga memperlihatkan wajah kota yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Di area booth, pengunjung dapat mencoba permainan tradisional khas Makassar yang dikemas dalam bentuk Virtual Reality (VR Games).

Sebagai etalase pembangunan daerah, booth Makassar juga menampilkan tujuh program unggulan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham. Berbagai program prioritas tersebut dikemas secara modern melalui tampilan visual, multimedia, dan informasi digital yang menggambarkan arah pembangunan Kota Makassar menuju kota yang maju, unggul, berdaya saing, dan berkelas dunia.

"Mudah-mudahan hasil dari kegiatan ini dapat membangun kolaborasi bersama dengan beberapa kota lain di Indonesia. Tujuannya adalah untuk saling bertukar informasi maupun mengembangkan peluang bisnis yang bisa dimajukan secara bersama-sama," terang Appi.

Appi menambahkan, kali ini berbeda dengan penyelenggaraan APEKSI pada tahun-tahun sebelumnya. Booth Kota Makassar kali ini mengangkat tema keberlanjutan melalui edukasi pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.

Apalagi, konsep tersebut menjadi salah satu daya tarik karena menunjukkan bagaimana limbah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Pemkot menggandeng Rappo Indonesia, sebuah usaha sosial asal Makassar yang bergerak di bidang ekonomi sirkular dengan mengolah sampah plastik menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual.

Dalam pameran tersebut, Rappo Indonesia memperlihatkan proses pengolahan limbah plastik menjadi berbagai produk kreatif, seperti gantungan kunci (key chain), tas belanja (shopping bag), serta berbagai produk ramah lingkungan lainnya.

"Tadi, kita menyaksikan pengunjung antusias, dapat melihat secara langsung bagaimana booth Pemkot Makassar, beberapa Wali kota berkunjung, termasuk dari pengurus APEKSI pusat," tutup Appi.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads