Pria bernama Andrerias Umbujala (54) ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kosnya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban pertama kali ditemukan oleh sepupunya bernama Marcelinus Umbujala yang datang mengantarkan kopi bubuk pesanan korban.
Korban ditemukan di kamar kosnya, Jalan Lanraki Baru, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 08.00 Wita. Korban disebut memesan kopi bubuk ke istri Marcelinus yang pulang ke Toraja.
"Saya bawakan kopi karena dia pesan kopi di istri saya. Kebetulan istri saya baru pulang dari Toraja, jadi baru sempat dibawakan," kata Marcelinus kepada wartawan, Senin (6/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat tiba di lokasi, Marcelinus mendapati pintu kamar kos korban dalam kondisi terbuka. Ketika masuk, Marcelinus melihat korban sudah tergeletak bersimbah darah dengan kondisi tertidur.
"Begitu saya masuk, pintunya sudah terbuka lebar, kipas anginnya menyala. Mukanya sudah bonyok berdarah," bebernya.
Marcelinus mengaku melihat kondisi wajah korban mengalami luka yang sangat parah. Selain itu, darah juga berceceran di kasur hingga lantai kamar.
"Posisi wajahnya itu bukan kayak manusia lagi, bonyok kayak pukulan benda tumpul. Darah itu di kasur, di wajahnya sama di lantai juga," ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa masih sempat melihat korban dalam kondisi sehat pada Minggu (5/7) sore. Dia pun kaget saat menemukan korban dengan kondisi berlumur darah.
"Terakhir ketemu kemarin sore sama korban. Saya tahu sudah meninggal tadi jam 08.40," bebernya.
Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 11.00 Wita. Jenazah korban lalu dibawa ke Biddokkes Polda Sulsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil olah TKP, Kapolsek Biringkanaya Kompol Setiawan Malik menduga Andrerias menjadi korban pembunuhan. Pasalnya, saat ditemukan korban dalam posisi terlentang dan terdapat luka terbuka di wajah.
"Iya (dugaan pembunuhan), nanti kita selidiki dulu, kita dalami dulu. Nanti secepatnya kami kabari," kata Setiawan.
Dari lokasi, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti, salah satunya cangkul yang berlumuran darah. Setiawan tidak menyebutkan barang bukti lainya yang diamankan penyidik.
"Ditemukan ada beberapa barang bukti termasuk cangkul (ada darah) yang ada di TKP sudah kita amankan dan nanti diperiksa di forensik," pungkasnya.
(hsr/asm)
