Warga Palopo Keluhkan Air PDAM Terganggu Sejak 2024, Tagihan Tetap Tinggi

Warga Palopo Keluhkan Air PDAM Terganggu Sejak 2024, Tagihan Tetap Tinggi

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Selasa, 10 Feb 2026 14:09 WIB
Warga Palopo Keluhkan Air PDAM Terganggu Sejak 2024, Tagihan Tetap Tinggi
Foto: Warga mengeluhkan suplai air PDAM Mangkaluku Palopo terganggu di Kelurahan Temmalebba, Kecamatan Bara. (Ahmad Al Qadri/detikSulsel)
Palopo -

Warga di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengeluhkan suplai air PDAM Tirta Mangkaluku terganggu sejak 2024. Situasi ini membuat aktivitas rumah tangga terhambat hingga warga terpaksa meminta air dari sumur milik tetangga.

Gangguan suplai air PDAM itu terjadi di Kelurahan Temmalebba, Kecamatan Bara, Palopo. Warga menyoroti distribusi air PDAM yang tidak lancar dan hanya mengalir pada waktu subuh.

"Sudah lama begini, lebih mi setahun. Air PDAM itu cuma mengalir subuh hari jadi harus ki bangun subuh tampung memang banyak-banyak air," kata warga setempat, Sunarti (57) kepada detikSulsel, Selasa (10/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sunarti mengungkapkan, suplai air PDAM bahkan kerap tidak mengalir selama berhari-hari. Situasi itu menjadikan aktivitas rumah tangga dan pendidikan anaknya sering terhambat.

"Biasa itu sampai beberapa hari tidak jalan, tidak ada pemberitahuannya, na air inikan kebutuhan dasar. Biasa itu anak-anak lambat pergi sekolah dan kerja gara-gara tidak ada air," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Dia turut mengeluhkan tagihan airnya yang dinilai masih tinggi meski suplai PDAM terganggu. Sunarti merasa hal ini membebani keluarganya.

"Padahal setiap bulan rutin dibayar itu PDAM, lebih dari Rp 100 ribu bahkan selalu tarifnya. Tetapi sama ji tidak ada perubahan," tambah Sunarti.

Warga lainnya bernama Arman turut menyoroti soal buruknya pelayanan PDAM Palopo. Dia mengaku kerap meminta air sumur tetangga untuk kebutuhan sehari-hari.

"Saya banyak sekali ember di rumah, karena ditampung memang air. Karena kalau PDAM ditunggu entah kapan menyala, jalan juga nanti (air) tidak sampai 2 jam," jelas Arman.

Arman yang bekerja sebagai tukang bangunan mengaku kondisi ini terjadi hampir di semua wilayah Palopo. Aktivitas pekerjaannya pun terhambat gegara ketiadaan air.

"Dulu itu kerja rumah ka dekat SMP 4 na mau mengamuk yang punya rumah, mau ki campur semen baru tidak bisa jalan itu air," tegasnya.

Wartawan detikSulsel telah berupaya mengkonfirmasi Direktur Utama PDAM Tirta Mangkaluku Palopo, Tawakkal terkait gangguan suplai air tersebut. Namun Tawakkal belum memberikan respons.




(sar/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads