Pria yang membawa parang sambil mengumpat dan memukul-mukul pagar di rumah pribadi Wali Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Naili Trisal, diduga oknum anggota polisi. Dia diduga bertugas di Polres Enrekang.
"Info awal seperti itu, ini baru mau diklarifikasi ke dugaan anggota dan juga minta keterangan saksi-saksi yang lihat," kata Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Dharma kepada detikSulsel, Sabtu (25/4/2026).
Sementara Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Ridwan Parintak mengatakan bahwa terduga pelaku masih dalam proses pencarian. Namun, dia mengaku pihaknya telah mengantongi identitas terduga pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya artinya kami belum lakukan pemeriksaan, kalau memang dipelajari, nantilah sama-sama Paminal begitu to kalau memang oknum," ujarnya.
"Untuk pelaku belum diini (amankan), nanti saya lakukan pemeriksaan dulu, adapun kalau diduga oknum tentunya saya koordinasi dengan Propam to, begitu saja," tambahnya.
Lebih lanjut, Ridwan mengatakan belum mengetahui pasti terkait motif pelaku melakukan hal tersebut. Pasalnya pelaku belum diamankan dan saksi yang berada di lokasi baru akan dimintai keterangan.
"Ini modusnya kita belum tahu karena kita belum periksa saksi-saksi apa kan. apa modusnya sampai saat ini kita belum tahu," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, rumah pribadi milik Naili Trisal didatangi orang tidak dikenal (OTK) dengan membawa parang. Pria tersebut berteriak dengan kata-kata umpatan sambil memukul pagar.
"Benar, sudah ada laporannya. Dia bawa sajam dan panjat pagar kemudian berteriak 'manako telas* keluar ko'," kata Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki kepada detikSulsel, Sabtu (25/4).
Insiden tersebut terjadi di kediaman Naili, Jalan Dahlia 1, Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara, Palopo pada Jumat (24/4) sekitar pukul 21.00 Wita. Marsuki menuturkan, pelaku datang menggunakan motor dengan membawa sajam jenis parang di tangan kirinya.
"Setelah teriak dan memanjat, dia pergi. Saat ini pelaku masih dalam lidik," jelasnya.
(hsr/asm)










































