DPRD Palopo Desak Pemkot Perbaiki Jembatan Gantung Maut di Pajalesang

DPRD Palopo Desak Pemkot Perbaiki Jembatan Gantung Maut di Pajalesang

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Selasa, 26 Mei 2026 16:40 WIB
Jembatan gantung di Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Kota Palopo.
Foto: Jembatan gantung di Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Kota Palopo tidak kunjung diperbaiki meski telah menelan korban jiwa. (Ahmad Al Qadri/detikSulsel)
Palopo -

DPRD Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) mendesak pemkot segera memperbaiki jembatan gantung di Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, yang telah menelan korban jiwa. Warga tetap menggunakan jembatan tersebut meski kondisinya rusak parah lantara tidak ada akses lain.

"DPRD Kota Palopo telah berulang kali menyampaikan hal tersebut kepada Dinas Teknis yang dalam hal ini PUPR dan hal ini menjadi warning kepada Pemkot Palopo karena telah memakan korban," kata Wakil Ketua II DPRD Palopo, Alfri Jamil kepada detikSulsel, Selasa (26/5/2026).

Anggota DPRD dari fraksi PDIP itu meminta Dinas PUPR bergerak cepat memperbaiki jembatan gantung tersebut. Menurutnya, perbaikan jembatan dapat menggunakan dana pemeliharaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimanapun Pemkot juga harus sadar itu akses masyarakat, makanya seharusnya Dinas PUPR melakukan langkah taktis. Maksud saya langkah taktis di sini setidaknya dia memakai anggaran pemeliharaan dulu supaya bagaimana akses jembatan itu dapat dilalui oleh masyarakat," bebernya.

Dia mengaku sudah turun langsung ke lokasi dan bertemu dengan warga namun pihak Dinas PUPR tidak ikut. Warga yang melalui jembatan tersebut mempertanyakan keseriusan pemerintah melakukan perbaikan.

ADVERTISEMENT

"Pelaporan jembatan ini hampir selalu kita terima saat reses, dan itu kami sudah sampaikan ke pemerintah kota melalui Dinas PUPR, kita terus menunggu full up-nya Dinas PUPR," bebernya.

"Tapi saat reses saja, jangankan kepala dinas, yang hadir dari Dinas PUPR itu PPPK paruh waktu," tambahnya.

detikSulsel telah mengonfirmasi Wali Kota Palopo Naili Trisal dan Kepala Dinas PUPR, Haryanto terkait penanganan jembatan tersebut. Namun keduanya belum memberikan tanggapan.

Jembatan Lapuk Telan Korban Jiwa

Diketahui, warga bernama Marwan tewas saat melintasi jembatan lapuk tersebut pada (10/2) lalu. Saat di tengah jembatan, Marwan diduga terjatuh ke sungai karena menginjak kayu yang rapuh.

"Saat di tengah jembatan terpeleset, kayu jembatan patah dan korban jatuh ke sungai," kata Lurah Pajalesang, Irwan kepada detikSulsel, Rabu (11/2).

Jembatan itu sempat ditutup pascakejadian karena kondisinya sudah dianggap membahayakan. Kendati begitu, anak sekolah masih kerap melewati jembatan meski telah dilarang.

"Kita lihat saja jembatannya sudah rusak memang, cuma biasa ada anak sekolah tetap paksakan lewat, soalnya kalau memutar ada sekitar 2 kilometer," paparnya.

Warga Buka Palang Jembatan

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Pajalesang, Marsam M mengatakan jembatan gantung itu langsung ditutup dengan cara dipalang setelah menelan korban jiwa. Namun warga membuka paksa palang dan tetap melewati jembatan rusak itu.

"Baru 2 minggu ditutup na buka lagi, tidak bisa juga kita larang," ujar Marsam kepada detikSulsel, Selasa (26/5)

Dia mengungkapkan warga rela bertaruh nyawa melewati jembatan tersebut karena tidak ada akses lain. Apalagi saat musim hujan, jalur alternatif atau jalan pintas tidak bisa dilewati.

"Karena tidak adanya jalan lain yang nalewati (warga) apalagi musim hujan banyak air di sungai sehingga warga terpaksa buka palang," jelasnya.




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads