Oknum dosen di Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisial RR, dinonaktifkan usai diduga melecehkan mahasiswi. Kasus dugaan pelecehan ini sementara diselidiki internal kampus.
"Dibebastugaskan dulu aktivitasnya dari Tridarma Perguruan Tinggi, jadi pengajaran. Pokoknya tugasnya sebagai dosen," ujar Ketua Tim Adhoc Penegakan Etika dan Sanksi Akademik ITH Parepare, Suryansyah Surahman kepada detikSulsel, Sabtu (7/2/2026).
Suryansyah menjelaskan, penonaktifan oknum dosen melalui prosedur resmi kampus. Tim AdHoc memberikan usulan kepada Senat, lalu diteruskan ke Rektorat hingga terbit Surat Keputusan (SK) Rektor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami kemarin tim AdHoc itu mengusulkan ke Senat, dan Senat menyampaikan ke Rektorat sehingga Rektor membuat SK untuk menonaktifkan sementara," terangnya.
Suryansyah mengungkapkan, pihak kampus tidak mematok batas waktu. RR dibebastugaskan hingga seluruh proses penyelidikan kasus di Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKPT) dinyatakan selesai.
"Sampai proses ini semua selesai, persoalan ini selesai. Jadi kalau selesainya tahun depan, ya tahun depan," tegas Suryansyah.
Hingga saat ini, tim PPKPT yang terdiri dari unsur dosen dan mahasiswa masih terus bekerja keras melakukan pendalaman. Walaupun belum menerima laporan resmi dari korban, Suryansyah memastikan tim terus bergerak mengumpulkan informasi di lingkungan kampus.
"PPKPT itu kan ada juga dari mahasiswa anggota-anggotanya, jadi mereka juga kami harapkan untuk membantu terlibat. Kalau laporan dari pihak korban belum ada," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, dugaan pelecehan ini awalnya terungkap melalui unggahan di salah satu akun media sosial. Seorang mahasiswi ITH Parepare mengaku dilecehkan oknum dosen berinisial RR sejak tahun 2023.
"Untuk yang bisa saya pastikan sekarang adalah, bentuk pelecehan yang dilakukan terlapor yaitu pada 2023. Beliau (RR) sering sekali menghubungi mahasiswi pada jam yang tidak wajar dan juga sering menelpon di waktu tersebut," ungkap salah seorang mahasiswi ITH Parepare yang enggan disebut namanya kepada detikSulsel, Senin (26/1).
Dia mengaku sudah ada 4 rekannya yang menjadi korban pelecehan oleh oknum dosen RR. Keempat korban mengaku kerap ditelepon tengah malam oleh RR.
"Sejauh ini yang mengaku dapat chat tengah malam itu ada 4 mahasiswi," jelasnya.
Sementara oknum dosen ITH Parepare berinisial RR membantah tudingan melecehkan mahasiswinya hingga korban mencapai 4 orang. Kendati begitu, RR membenarkan kerap meladeni mahasiswi yang menghubunginya lewat chat atau pesan elektronik hingga larut malam.
"Biasa mahasiswa ada yang chat malam dan saya balas. Balasannya pun normatif, tanya tugas atau diskusi. Saya membuka ruang untuk mereka diskusi, bahkan sampai larut malam tanya tugas," kata RR saat dihubungi, Selasa (27/1).
Dia juga mengklaim hubungannya dengan mahasiswi di kampus masih dalam batas kewajaran. RR mengaku tidak tahu identitas mahasiswi yang merasa dilecehkan.
"Sesuai idealnya, sebatas mahasiswa dan dosen. Saya bahkan tidak tahu mahasiswi mana yang dimaksud karena tidak ada laporan resmi ke kampus," jelasnya.
(sar/hsr)










































