Pengeroyokan pria bernama Didit Pramana (26) usai menonton try out kickboxing di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), ternyata bentrok antar dua kelompok suporter. Kericuhan yang bermula dari ketersinggungan di luar arena ini berakhir dengan aksi saling lapor ke pihak kepolisian.
Insiden itu terjadi di Depan Gedung Olahraga (GOR) Mandiri, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 16.40 Wita. Bentrokan awalnya dipicu ketersinggungan antar kedua kelompok pendukung.
"Ya, kalau itu kan sama-sama pendukung itu. Terus ya sesudah keluar mereka tetap saja ada ketersinggungan, akhirnya saling menyerang," ujar Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Muh Agus Purwanto kepada detikSulsel, Senin (9/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat orang dari 2 kelompok yang terlibat bentrok itu masing-masing melapor ke polisi. Mereka mengaku sebagai korban penganiayaan dan pengeroyokan.
"Namun di sini ada beberapa korban juga yang saksi yang ikut melerai akhirnya juga kena (pukulan) juga. Terus melapor," jelasnya.
Akibat peristiwa ini, polisi menerima sejumlah laporan dari kedua belah pihak. Tercatat ada empat laporan yang masuk, termasuk laporan terkait korban yang masih di bawah umur.
"Jadi sama-sama melapor. Sekarang itu ada empat laporan yang masuk terkait kejadian di sana. Ada dua anak di bawah umur menjadi korban," ungkap Agus.
Terkait keterlibatan anak di bawah umur, laporan resmi juga telah dilayangkan oleh orang tua korban. Agus mengatakan orang tua korban keberatan anaknya dianiaya saat mencoba melerai keributan.
"Anak di bawah umur sehingga melapor, orang tuanya melapor juga. Jadi terkait dengan kejadian di sana itu ada empat laporan yang masuk," tambahnya.
Hingga saat ini, polisi belum mengamankan pelaku karena masih dalam tahap pengumpulan bukti dan keterangan. Agus menyebut setelah berkas lengkap, kasus itu akan berlanjut ke tahap penyidikan dan penahanan tersangka.
"Oh, belum. Kita masih proses penyelidikan dulu semua. Nanti kita lengkapi keterangan saksi-saksi dan bukti visum baru kita akan gelarkan untuk peningkatan status. Sekarang masih tahap penyelidikan," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Didit Pramana mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang. Insiden ini terjadi usai korban menonton pertandingan try out kick boxing.
"Benar, telah terjadi tindak pidana pengeroyokan di Jalan Gelora Mandiri. Korbannya itu buruh harian," ujar AKBP Indra Waspada Yuda kepada detikSulsel, Sabtu (7/2/2026).
Dalam keterangannya, pelapor mengaku pengeroyokan dipicu dendam lama antara korban dan salah satu pelaku. Sehingga dirinya menjadi korban pengeroyokan saat kedua kelompok pendukung terlibat bentrok.
"Motifnya diduga karena perselisihan paham yang sudah lama terjadi antara korban dengan pacar salah seorang wanita berinisial D," jelasnya.
Simak Video "Video: Polisi Tangkap Pencuri Emas Senilai Rp 64 Juta di Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/asm)
