Evakuasi Dramatis Ular Sanca 6 Meter Mangsa Kambing Warga di Parepare

Evakuasi Dramatis Ular Sanca 6 Meter Mangsa Kambing Warga di Parepare

Ardiansyah - detikSulsel
Senin, 23 Feb 2026 18:33 WIB
Petugas Damkar saat mengamankan ular sanca 6 meter.
Foto: Petugas Damkar saat mengamankan ular sanca 6 meter (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Seekor ular sanca sepanjang 6 meter memangsa kambing milik warga di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Personel damkar sampai dibuat kewalahan mengevakuasi ular raksasa yang beratnya mencapai 90 kilogram itu.

Ular sanca itu ditemukan di belakang kebun raya Jompie, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, Senin (23/2/2026) sekitar pukul 15.30 Wita. Penemuan ular itu awalnya dilaporkan oleh warga.

"Tadi sore kita terima informasi dari warga Jompie terkait adanya ular jenis sanca sepanjang 6 meter yang sudah melilit seekor kambing," ujar Kabid Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkar Parepare, Fransiskus kepada detikSulsel, Senin (23/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fransiskus mengungkapkan, keberadaan ular ini sebenarnya sudah meresahkan warga sejak tahun lalu. Namun petugas selalu gagal menemukan keberadaan reptil tersebut saat melakukan penyisiran sebelumnya.

"Ini ular memang sudah beberapa bulan lalu, bahkan tahun kemarin sudah dilaporkan warga. Hanya pas kita turun ke lapangan, ularnya tidak pernah didapat," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, petugas sempat kesulitan karena ular tersebut memberikan perlawanan sengit saat sedang mempertahankan mangsanya. Karena ukurannya yang jumbo, jumlah personel yang diterjunkan pun ditambah hingga dua kali lipat.

"Awalnya kami turunkan 3 sampai 4 orang, tapi tadi akhirnya ada 8 orang yang menangani. Kita beradu tenaga karena ular ini sedang melilit korbannya (kambing). Kalau dia sudah lilit mangsa, itu agak susah," kata Fransiskus.

Petugas terpaksa menggunakan stik khusus yang dirakit sendiri untuk menaklukkan ular dengan berat sekitar 80-90 kilogram tersebut. Sayangnya, kambing yang dililit ular itu tidak dapat diselamatkan.

"Kita memang punya alat khusus yang kami rakit sendiri. Itu khusus mengevakuasi ular yang berukuran besar," kata dia.

Fransiskus menjelaskan, ular tersebut sempat membawa mangsanya dari pemukiman warga menuju semak-semak sebelum akhirnya disergap petugas. Adanya beban mangsa di tubuh ular diakui memudahkan petugas dalam melakukan penangkapan.

"Seandainya tidak ada korbannya, mungkin tidak didapat karena ada beban ini ular," imbuhnya.

Saat ini, mulut ular sanca tersebut telah diisolasi untuk keamanan agar tidak mematuk petugas maupun warga. Ular itu kini diamankan sementara di dalam karung sebelum diserahkan ke pihak berwenang.

"Kita amankan dulu, sebentar kita serahkan ke teman-teman dari BKSDA Provinsi," pungkasnya.




(ata/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads