Polisi Tambal Jalan Berlubang di Parepare gegara Kerap Picu Kecelakaan

Polisi Tambal Jalan Berlubang di Parepare gegara Kerap Picu Kecelakaan

Ardiansyah - detikSulsel
Rabu, 11 Mar 2026 13:00 WIB
Polisi menambal Jalan Ahmad Yani Parepare yang berlubang.
Foto: Polisi menambal Jalan Ahmad Yani Parepare yang berlubang. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Anggota Unit Lantas Polsek Ujung Polres Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) Aipda Herman, turun langsung menambal Jalan Ahmad Yani Parepare yang rusak dan penuh lubang. Aksi polantas tersebut dilakukan menyusul sejumlah laporan kecelakaan yang dipicu jalan berlubang.

Pantauan detikSulsel di lokasi, Rabu (11/3/2026), Aipda Herman membawa sekop untuk menambal jalan di Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung itu. Herman juga membawa aspal bekas dan pasir dari mobil pribadinya.

Dia terlihat menaburkan pasir dan aspal bekas menggunakan sekop ke empat lubang jalan. Sontak ada 2 warga sekitar yang ikut membantu aksi yang dilakukan Herman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini kami lakukan penambalan untuk mengantisipasi adanya kecelakaan yang berulang. Di sini sudah sering terjadi kecelakaan karena jalan berlubang," ujar Aipda Herman saat ditemui di lokasi.

Herman mengungkapkan, kondisi lubang di titik tersebut tergolong ekstrem dan sangat membahayakan pengendara. Terutama bagi pengendara roda dua.

ADVERTISEMENT

"Kondisinya sangat parah. Kedalaman lubangnya ada yang mencapai 10 sampai 15 cm. Saat ini kita sudah mengerjakan di titik kedua," ucap Herman.

Meski dilakukan secara mandiri, Aipda Herman tetap memperhatikan kekuatan tambalan. Dia memanfaatkan material sisa aspal yang sudah tidak terpakai namun masih layak untuk menutup lubang.

"Materialnya kita ambil dari bahan sisa atau buangan aspal yang sudah tidak digunakan lagi. Kita pakai lagi untuk menambal jalan tersebut," tuturnya.

Penambalan jalan ini juga dilakukan sebagai langkah pencegahan menyambut arus mudik Lebaran. Menurut Herman, jalan berlubang itu bisa membahayakan pengendara menjelang arus mudik.

"Apalagi ini momen bulan puasa dan menjelang mudik Lebaran. Tentu banyak pemudik yang melintas," jelasnya.

Aipda Herman mengaku tergerak melakukan aksi ini karena memiliki pengalaman pahit di jalan. Dia pernah menjadi korban kecelakaan akibat terperosok ke dalam lubang jalanan.

"Saya pernah mengalami sendiri kecelakaan karena lubang seperti itu. Jadi cukup saya saja yang merasakan, jangan sampai warga lain mengalami hal yang sama," pungkasnya.




(sar/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads