Seekor mamalia laut jenis lumba-lumba hidung botol sepanjang 1,5 meter ditemukan terdampar di pesisir pantai Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Lumba-lumba itu ditemukan dalam kondisi mati terlilit tali.
Bangkai lumba-lumba itu terdampar di pesisir Pantai Cempae, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, Selasa (17/3). Tampak lumba-lumba itu terlilit tadi dan sebagian kulitnya sudah terkelupas.
"Awalnya ditemukan sama anak-anak yang sedang bermain di sekitar sini. Pas dicek sudah mati, kemungkinan terbawa arus sampai ke sini," ujar warga bernama Wahyu Adi di lokasi, Selasa (17/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wahyu mengatakan terdapat seutas tali berwarna biru yang melilit tubuh mamalia tersebut. Namun dia mengaku tidak tahu dari mana tali tersebut.
"Belum tahu ya. Karena saya juga lihat memang sudah ada tali yang melilit di tubuhnya lumba-lumba ini," katanya.
Dia menyebut kondisi lumba-lumba itu sudah mulai membusuk. Menurutnya, lumba-lumba itu sudah mati di tengah laut dan terdampar ke tepian.
"Sudah lama memang mati kayaknya ini. Karena sudah mulai berbau. Tapi tidak menyengat," bebernya.
Wahyu mengungkapkan, kawasan Pantai Cempae yang berbentuk teluk memang kerap menjadi lokasi terdamparnya mamalia laut. Selain lumba-lumba, warga juga pernah menemukan paus pilot terdampar.
"Kawasan ini memang teluk, jadi sering ada (mamalia laut) yang masuk. Dulu pernah ada paus pilot juga, tapi waktu itu berhasil dievakuasi mandiri oleh warga," pungkasnya.
(hsr/asm)
