Dua orang pengatur lalu lintas liar atau pak ogah di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), terlibat keributan di tengah jalan raya. Insiden ini dipicu oleh ketersinggungan terkait pembagian waktu kerja atau sif di lokasi mereka berjaga.
Insiden itu pecah di pertigaan Jalan Ahmad Yani KM 2 dan Jalan Agussalim (Ablam), Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 09.50 Wita. Aksi adu mulut dan perkelahian ini sempat menjadi tontonan warga dan pengguna jalan yang melintas hingga dileraikan petugas aparat TNI.
Babinsa Ujung Bulu, Serda Amiruddin menceritakan, dirinya melihat langsung kedua pria tersebut tengah berkelahi. Saat itu dia sedang dalam perjalanan menuju kantor untuk memenuhi tugas piket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pas saya lewat di depan masjid, saya lihat ada dua orang warga yang sedang berkelahi di jalan raya, tepatnya di pertigaan. Secara spontan saya langsung leraikan," ujar Serda Amiruddin kepada detikSulsel, Jumat (24/4/2026).
Amiruddin kemudian membawa kedua pria tersebut ke halaman masjid untuk dimediasi agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Berdasarkan hasil mediasi, terungkap bahwa duel tersebut bermula dari masalah komunikasi.
"Pemicunya masalah sepele, hanya salah paham soal pergantian shift. Ada yang merasa tersinggung dengan cara memanggil rekannya yang dirasa kurang enak. Akhirnya terjadi perkelahian," katanya.
Kemudian, kedua pak Ogah itu dibawa ke kantor Koramil Ujung untuk dimediasi lebih lanjut. Akhirnya keduanya bersepakat untuk berdamai dan berjanji tidak mengulangi percekcokan serupa.
"Alhamdulillah, sekarang sudah damai. Tadi saya suruh salah satunya pulang duluan untuk meminimalisir kejadian serupa terulang lagi setelah saya tinggalkan. Kami fasilitasi di Koramil agar warga kami tidak ada lagi yang bertengkar," jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Staf Bidang Lalu Lintas, Irfan Nawas, mengungkapkan kedua pria tersebut bernama Nurdin dan Agus. Irfan menjelaskan bahwa ketersinggungan muncul karena salah satu pihak ogah berganti peran saat waktu jaga hampir habis.
"Pak Agus itu sif jam 08.00 sampai jam 10.00, sementara Pak Nurdin jam 10.00 sampai jam 12.00. Karena sudah mepet waktu salat Jumat, Pak Nurdin merasa tanggung kalau harus masuk jaga lagi. Tapi cara memanggilnya membuat salah satunya tersinggung," beber Irfan.
Irfan menegaskan, keberadaan Pak Ogah di titik tersebut tidaklah resmi, namun Dishub memberikan kelonggaran karena pertimbangan kemanusiaan. Namun, akibat insiden itu, pihak Dishub memberikan peringatan keras.
"Tadi kami buatkan perjanjian. Bilamana mereka mengulangi kembali, tidak ada lagi namanya Pak Ogah di sini, kami tutup. Kami izinkan karena sisi kemanusiaan, tapi dengan catatan tidak boleh ada kejadian seperti tadi lagi," pungkasnya.
Dari video yang diterima detikSulsel, dua orang pak ogah terlibat duel di tengah jalan. Aksi duel itu menjadi tontonan para warga dan pengendara.
Salah seorang pak ogah itu terlihat menggunakan baju kaos warna abu-abu. Sementara lawan duelnya tampak memakan rompi oranye mirip juru parkir.
Kemudian seorang anggota TNI berseragam menghentikan motornya di tengah jalan dan melerai kedua pria itu. Selanjutnya anggota TNI itu memediasi kedua pria di masjid dan menanyakan penyebab perkelahian.
Simak Video "Video: Polisi Tangkap Pencuri Emas Senilai Rp 64 Juta di Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/sar)
