Wali Kota Parepare, Tasming Hamid resmi menunjuk dr Mulyana sebagai Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Andi Makkasau dan drg Andi Cenrara sebagai Plt Direktur RS Hasri Ainun Habibie. Penunjukan itu dilakukan menyusul pengunduran diri pimpinan definitif sebelumnya.
"Masa jabatan kedua Plt direktur RS ini selama 3 bulan. Penunjukannya per tanggal 29 April 2026. Ini merupakan pertimbangan dan penilaian kinerja dari bapak wali kota (Tasming Hamid)," ujar Kepala BKPSDM Parepare Eko Wahyu Ariyadi kepada detikSulsel, Kamis (30/4/2026).
Sebelum ditunjuk sebagai plt, Andi Cenrara sempat menjabat sebagai Wakil Direktur (Wadir) sebelum dialihkan menjadi dokter fungsional. Untuk pengisian posisi definitif ke depannya, Pemkot Parepare akan membuka seleksi secara terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk pengisian pejabat definitif itu melalui seleksi terbuka seperti Jabatan Tinggi Pratama. Syarat mutlaknya harus memiliki latar belakang kesehatan," tegasnya.
Eko mengatakan, masa jabatan kedua Plt itu akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Kinerja dari kedua plt direktur itu akan dievaluasi wali kota.
"Masa jabatan berlaku 3 bulan. Penunjukan itu berdasarkan pertimbangan Wali Kota dan penilaian kinerja dari Wali Kota," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Plt Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare, Mulyana akan fokus melakukan pemetaan kondisi rumah sakit untuk menentukan langkah strategis ke depan. Dia merasa perlu melihat kembali kondisi terkini manajemen.
"Saya kan baru melihat, meskipun saya orang dalam, tapi saya tetap harus memotret dulu sambil menjalankan program yang sudah berjalan baik. Pesan pak wali, kita bekerja untuk kemaslahatan masyarakat," ujar Mulyana.
Sementara itu, Plt Direktur RS Hasri Ainun Habibie Parepare, Andi Cenrara menyatakan kesiapannya melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di RS Hasri Ainun Habibie. Dia berjanji akan menjaga konsistensi pelayanan kepada masyarakat.
"Kami siap menjalankan amanah ini dengan baik dan berupaya meningkatkan pelayanan ke arah yang lebih baik," imbuh Andi Cenrara.
Diketahui, dr Renny Angraeny Sari mengajukan pengunduran diri dari Direktur RSUD Andi Makkasau pada Senin (20/4). Pada hari yang sama, dr Mahyuddin juga mundur dari Direktur Regional dr Hasri Ainun Habibie.
"Info yang saya dapatkan, (alasan keduanya mengundurkan diri untuk) fokus ke fungsional sebagai dokter," kata Eko saat dihubungi, Senin (20/4).
Meski mengajukan pengunduran diri, keduanya tidak langsung digantikan. Hal ini dikarenakan saat itu masih menunggu persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
(sar/hsr)










































