Fasilitas Pelabuhan Parepare Dinilai Tak Ideal, Pelindo Didesak Renovasi

Fasilitas Pelabuhan Parepare Dinilai Tak Ideal, Pelindo Didesak Renovasi

Ardiansyah - detikSulsel
Jumat, 01 Mei 2026 14:00 WIB
Anggota DPR RI Ismail Bachtiar berkunjung ke Pelabuhan Nusantara Parepare.
Anggota DPR RI Ismail Bachtiar berkunjung ke Pelabuhan Nusantara Parepare. Foto: (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Kondisi Pelabuhan Nusantara Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) dinilai sudah tidak ideal. Hal ini karena jumlah penumpang yang terus membeludak tak sebanding dengan fasilitas yang ada.

Sorotan itu disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, Ismail Bachtiar saat meninjau langsung kondisi pelabuhan dalam rangka masa reses. Dari hasil tinjauannya, dia menilai pengembangan fasilitas pelabuhan sudah sangat mendesak.

"Kalau hemat saya, kelihatannya itu sudah sangat mendesak karena trafik penumpang di sini cukup tinggi. Ini salah satu hub paling strategis di kawasan Indonesia Timur setelah Makassar," ujar Ismail Bachtiar kepada detikSulsel di Pelabuhan Parepare, Jumat (1/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ismail juga menyoroti keluhan masyarakat mengenai minimnya penerangan dermaga di malam hari. Dia juga meminta pengaturan area pemindaian barang agar dibenahi.

"Ternyata In-Out X-Ray selama ini masih satu area. Nanti akan dibuat mungkin lebih luas dengan kawasan yang baru. Saya juga berharap ini bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat, paling tidak ada peningkatan ekonomi khususnya kawasan UMKM," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Terkait itu, Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Parepare, Benny, tidak menampik bahwa kapasitas terminal saat ini memang sudah jauh melampaui batas desain awal. Terminal yang seharusnya hanya untuk ratusan orang, kini dipaksa menampung ribuan penumpang.

"Kapasitas yang terpasang sekarang ini sekitar 500-an kursi. Sedangkan kegiatan sampai saat ini mencapai 1.500 sampai 2.000 (penumpang). Selama ini masih ter-cover karena kami siapkan area-area kosong untuk menambah kursi," ungkap Benny.

Sebagai solusi, Benny mengaku telah mengusulkan anggaran investasi untuk perluasan terminal di tahun 2026 dengan skema multiyear. Rencananya, area terminal akan diperlebar memanfaatkan lahan di sisi kanan kantor Bea Cukai.

"Kami sudah mengusulkan untuk investasi perluasan. Kami tinggal menunggu arahan lebih lanjut dari kantor pusat terkait desainnya. Karena kebetulan teman-teman Bea Cukai sudah pindah ke kantor baru, jadi lahannya bisa kita gunakan," jelasnya.

Untuk saat ini, Benny belum bisa merinci anggaran perluasan kawasan terminal tersebut. Pasalnya, anggaran itu akan menyesuaikan dengan keputusan kantor pusat Pelindo.

"Terkait anggaran belum kami bisa ini karena belum dihitung detailnya. Nanti kalau mungkin setelah usulan itu masuk dan diolah, mungkin baru ada angkanya, seperti itu," jelasnya.

Meski terminal penumpang dipastikan bakal diperlebar, Benny menyebut rencana perluasan dermaga sendiri belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Menurutnya, pelebaran dermaga secara teknis belum dibutuhkan.

"Kalau untuk dermaga, selama ini bore-nya masih sekitar 52. Secara teknis itu masih belum bisa dilakukan perluasan kecuali dia sekitar 60-an. Jadi untuk eksekusinya (terminal), kami menunggu arahan desain dari pusat," pungkasnya.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads