Heboh di media sosial dua pria berpelukan di tengah kerumunan konser musik di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Aksi pelukan sesama jenis itu disorot karena dianggap melanggar etika ruang publik.
Aksi pelukan sesama pria itu terjadi di Lapangan Andi Makkasau Parepare, Minggu (10/5/2026). Kedua pria itu terekam oleh salah seorang warga berinisial RI yang hadir dalam konser tersebut.
"Merekam ka toh, tapi tiba-tiba ada itu dua orang laki-laki kayak berpelukan joget-joget. Lama itu dipeluk dari belakang di tengah kerumunan," ujar RI kepada detikSulsel, Senin (11/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RI menyebut dirinya tidak mengenal kedua pria tersebut. Posisi kedua pria itu berada sedikit di bagian belakang kerumunan massa.
"Saya tidak kenal itu. Agak di belakang itu berdua laki-laki," katanya.
Menanggapi hal itu, Kasatpol PP Parepare, Ulfa Lanto, menyayangkan adanya aksi tersebut di ruang publik. Meski belum ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur hal itu secara langsung, ia menegaskan tindakan tersebut melanggar norma etika.
"Ini kan belum ada Perda ya terkait itu langsung. Tapi secara etika itu pasti hal yang tidak etis. Itu sebenarnya bisa menjadi tanggung jawab kita bersama," ujar Ulfa.
Ulfa menilai tindakan tersebut mengarah pada perilaku penyimpangan seksual karena dilakukan oleh sesama jenis di muka umum. Dia memastikan pihaknya akan langsung menindak jika menemukan kejadian serupa secara tertangkap tangan.
"Kita tentu sangat menyayangkan hal itu, karena itu kan mengarah ke kelainan seksual ya. Karena saya lihat juga itu sesama jenis laki-laki dipeluk ya. Kita pasti langsung tindak kalau kita temukan langsung seperti itu," ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Satpol PP Parepare akan menggandeng Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk turun ke sekolah-sekolah. Fokus utamanya adalah memberikan edukasi terkait potensi pelanggaran ketertiban umum dan tindakan asusila.
"Kami akan ajak dinas terkait untuk memberi sosialisasi edukasi agar generasi muda kita terhindar dari kelainan seksual," jelas Ulfa.
Ulfa membeberkan, pihaknya sebelumnya gencar melakukan razia di penginapan dan rumah kos. Dalam salah satu operasi, petugas sempat mengamankan pasangan pria dalam satu kamar yang setelah diperiksa ternyata mengidap penyakit menular.
"Kita juga sebelum KUHAP diberlakukan memang gencar melakukan razia di sejumlah kos-kosan dan hotel. Dan kita menemukan ada sepasang pria sekamar. Setelah kita periksa itu sampai positif sifilis," pungkasnya.
Dari video yang diterima detikSulsel, terlihat seorang pria memeluk pria lainnya dari belakang. Keduanya melakukan aksi itu di tengah kerumunan penonton konser.
Pria yang dipeluk itu memakai baju hitam dengan celana pendek, sedangkan pasangannya mengenakan baju cream celana panjang. Keduanya tampak berjoget dengan tempo pelan ke kiri dan ke kanan secara bersamaan.
(sar/ata)
