Jasa penggilingan daging di Pasar Lakessi, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), banjir orderan setelah Hari Raya Idul Adha. Volume gilingan daging melonjak drastis hingga mencapai 400 kilogram (kg) per hari.
Pantauan detikSulsel di Pasar Lakessi, Jumat (29/5/2026), terlihat antrean warga di depan kios penggilingan daging. Mereka tampak menenteng daging mentahnya dengan kantong plastik.
Warga terlihat memilih bumbu dapur untuk dicampurkan ke adonan dagingnya dan dimasukkan dalam wadah baskom. Para pekerja terlihat sibuk menggiling daging hingga meracik bumbu adonan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggiling daging juga terlihat menyiapkan mesin cetak bakso. Daging warga yang sudah digiling menjadi adonan terlihat dimasukkan ke mesin hingga menjadi pentolan bakso.
Salah seorang penggiling daging, Irfan mengatakan lonjakan warga yang datang menggiling daging kurban mulai terjadi sejak H+2 hingga H+3 Lebaran. Kondisi itu diprediksi akan terus bertahan hingga dua pekan ke depan.
"Biasanya 2-3 hari setelah Lebaran Idul Adha itu peningkatan masyarakat yang menggiling daging melonjak," kata Irfan kepada detikSulsel.
Dia mengatakan, permintaan menggiling daging ini melonjak 3 kali lipat. Jumlah daging yang digiling setiap hari tembus 400 kg lebih.
"Dari hari biasa yang hanya sekitar 150 kg per hari, kalau momen begini bisa dapat di angka 400 kg bahkan lebih per harinya," ungkapnya.
Irfan menjelaskan warga umumnya membawa daging kurban sendiri dari rumah. Pihaknya menyediakan fasilitas racikan bumbu adonan hingga jasa pencetakan bakso siap saji.
"Warga hanya bawa dagingnya, karena kita juga siapkan bahan bumbu untuk dicampurkan di adonannya," ujarnya.
Untuk ongkos giling daging dibanderol Rp 7.000 per kg. Sementara untuk paket lengkap beserta bumbu bakso seperti bawang putih, telur, dan tepung kanji berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per kg.
"Kalau untuk dijadikan langsung bakso (dicetak), dia per kilonya Rp 7.000 juga, sama dengan ongkos gilingnya. Kalau sama bumbunya itu Rp 40 ribu per kg," jelasnya.
Di lokasi yang sama, salah seorang warga bernama Nunu mengaku sengaja mendatangi Pasar Lakessi untuk mengolah 2 kg daging kurban miliknya. Menurutnya, layanan cetak bakso otomatis di tempat tersebut sangat membantu.
"Cetak bakso. (Bawa) 2 kilo. Setelah giling, langsung ke sini biar praktis. Iya, karena sudah dimasak (bisa langsung dikonsumsi)," ujar Nunu.
Untuk jasa tersebut, ia mengeluarkan biaya sebesar Rp 44 ribu. Menurutnya harga itu lumayan murah.
"Kalau sampai dicetak menjadi pentolan saya bayar Rp 44 ribu dua kilo. Itu sudah jadi pentolan mi," katanya.
Sementara itu, warga lainnya, Yanti juga memanfaatkan momen ini untuk mengolah 5 kg daging sapi kurban miliknya menjadi pentolan bakso. Meski harus mengantre panjang karena ramainya warga, ia mengaku proses pengerjaannya terbilang cepat.
"Giling daging sapi kurban kemarin, dapat daging 5 kilo. Buat giling daging buat pentolan. Iya antre, lumayan panjang banget antrenya, tapi sekitar 2 menitan proses sih," pungkasnya.
(asm/hsr)










































