Seorang gadis remaja berinisial WS (19) nekat melompat ke laut dari jembatan Sumpang Minangae, Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan setelah dievakuasi warga.
Insiden tersebut terjadi di Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 20.00 Wita. Korban mengaku nekat melompat ke laut karena mendapat panggilan gaib dari mendiang neneknya.
"Korban melompat ke laut karena (mengaku) adanya panggilan dari neneknya yang telah meninggal dunia sekitar 11 tahun yang lalu," ujar Kapolsek Bacukiki AKP Bustan Tarika dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bustan menjelaskan, WS sebenarnya baru saja tiba di Parepare dari Sangatta, Kalimantan Utara, pada Selasa (26/5) untuk ikut merayakan Lebaran bersama orang tuanya. Sebelum kejadian, korban sempat bepergian ke Barru bersama ibunya, M (36), dan baru tiba di rumahnya di Kelurahan Bumi Harapan sekitar pukul 18.10 Wita.
Namun, usai melaksanakan salat Isya atau sekitar pukul 19.40 Wita, WS pergi meninggalkan rumah secara diam-diam. Dia menumpangi ojek menuju ke arah objek wisata Tonrangeng Riverside.
"Sekitar pukul 20.00 Wita, korban tiba di anjungan sebelah timur dan langsung melompat ke laut," kata Bustan.
Aksi nekat WS tersebut sempat disaksikan oleh sejumlah warga yang kebetulan sedang memancing di sekitar jembatan. Para pemancing pun langsung berinisiatif menolong korban.
"Ada pemancing yang lihat. Warga langsung menolong korban dengan menggunakan rakit bambu," tutur Bustan.
Korban yang berhasil diselamatkan langsung dilarikan ke RS Regional dr Hasri Ainun Habibie sekitar pukul 21.35 Wita. Ibu korban yang mendapat kabar lewat ponsel langsung syok dan menyusul ke rumah sakit.
"Korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Lalu kami informasikan ke pihak keluarga," ujarnya.
Kepada polisi, ibu korban, M, mengungkapkan, anaknya memang kerap mengalami kondisi tak sadarkan diri. Berdasarkan penuturan orang pintar atau pihak pengobatan alternatif, WS disebut-sebut sering diikuti oleh roh halus.
"Dari hasil interogasi, ibunya menyebut korban sudah sering pingsan. Menurut pengobatan alternatif, korban sering diikuti oleh almarhum neneknya bahkan hingga kerasukan," ungkap Bustan.
Setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, kondisi WS dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang oleh tim medis pada pukul 22.45 Wita. Saat ini, korban sudah berada di rumahnya dalam pengawasan orang tua.
"Sekarang korban sudah dipulangkan ke rumahnya setelah sempat diberi perawatan medis," pungkasnya.
(asm/hsr)










































