Pendaki wanita bernama Sofia (19) dilaporkan mengalami halusinasi hingga kesurupan usai tersesat di Gunung Nepo, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sofia bersama 19 rekan pendaki lainnya yang turut tersesat saat turun gunung juga dievakuasi oleh tim SAR gabungan dalam kondisi lemas.
"Kami terima informasi dari salah satu pendaki gunung bahwa mereka tidak bisa tembus turun ke bawah gara-gara salah jalur. Salah satu teman mereka bernama Sofia terkena halusinasi. Istilah kami perhalus sebagai kesurupan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Parepare, Rasdi Gery kepada detikSulsel, Minggu (31/5/2026).
Setelah menerima informasi, tim SAR menemukan posisi para pendaki pada Sabtu (30/5) malam. Rombongan pendaki remaja tersebut ditemukan dalam kondisi kebingungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bergerak naik ke atas pukul 21.05 Wita, dan pukul 21.45 Wita kita berhasil menemukan kondisi pendaki yang mengalami halu dan tidak tahu jalur turun," katanya.
"Kondisinya lemas. Ya, ini dipengaruhi oleh mereka kehabisan bekal mungkin, utamanya air. Jadi sempat mereka dehidrasi. Saat ditemukan itu, kami langsung bantu berikan asupan air," jelas Rasdi.
Rasdi menuturkan, proses evakuasi dilakukan dengan cara menandu Sofia yang kondisinya paling parah. Sofia terpaksa ditandu saat turun gunung sampai ke posko awal.
"(Saat Sofia ditemukan) Posisinya baring, lemas, pucat, dan tidak bisa bicara. Makanya kita tandu turun sampai ke posko awal," tuturnya.
Sementara 19 pendaki lainnya berjalan mengiringi di belakang. Rombongan itu sendiri diketahui merupakan gabungan dari tiga kelompok berbeda.
"Ada tiga kelompok sebetulnya, kelompok dari Pinrang, kelompok dari Lappa Anging, dan kelompok gabungan siswa-siswi dari berbagai sekolah. Jumlahnya total 20 orang pendaki," paparnya.
Setibanya di posko awal, pihak BPBD tidak langsung mengizinkan Sofia pulang. Petugas memilih menunggu kedatangan orang tuanya terlebih dahulu untuk memastikan penanganan medis selanjutnya.
"Saya tidak lepas untuk pulang, saya tunggu kedatangan orang tuanya. Nanti orang tuanya datang baru disarankan untuk tindakan lebih lanjut, entah dirawat di rumah sakit atau bagaimana kita serahkan kepada pihak keluarga," imbuhnya.
Diketahui, rombongan pendaki hingga satu di antaranya kesurupan terjadi di Gunung Nepo, Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Sabtu (30/5) sekitar pukul 18.54 Wita. Atas insiden itu, Rasdi mengimbau masyarakat atau pencinta alam yang ingin melakukan pendakian untuk selalu melapor ke posko setempat demi keselamatan.
"Kami imbau, khususnya pada para pendaki yang ingin naik, seharusnya melaporkan diri dulu di posko ini agar bisa kami pantau. Kapan berangkatnya, jumlahnya berapa orang, bagaimana perbekalannya. Itu mereka sudah harus siap sebetulnya," tegas Rasdi.
Dia juga menyayangkan kondisi para pendaki yang naik tanpa persiapan matang hingga kehabisan logistik di atas gunung. Tim SAR langsung memerintahkan rombongan untuk menahan diri di satu titik sampai personel tiba.
"Mereka sudah proses turun lalu tersesat. Di atas itu kan ada beberapa jalur untuk turun. Jadi, agar mereka tidak tersesat lebih jauh, kemarin mereka kita perintahkan untuk menunggu di titik itu (hingga tim SAR datang)," pungkasnya.
(sar/ata)










































