Sial betul Luka Cumic. Usai bikin gol ke gawang Bhayangkara FC, penyerang PSM Makassar itu harus mengalami cedera, sampai-sampai menolak untuk ditarik keluar.
Aksi heroik pemain asal Serbia itu menuai pujian sekaligus kekhawatiran dari tim pelatih. Caretaker PSM Makassar, Ahmad Amiruddin mengaku sangat menghargai perjuangan yang ditunjukkan Luka Cumic di lapangan.
"Pastinya saya menaruh respek yang sangat tinggi kepada Luka karena secara medis, laporan medis bahwasanya Luka tidak bisa lagi melanjutkan pertandingan. Tapi karena niatannya membantu tim sangat besar, maka dia memaksakan," ujar Ahmad Amiruddin saat konferensi pers usai laga, Senin (4/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah tampil habis-habisan, kondisi Luka kini menjadi teka-teki. Tim pelatih saat ini was-was menunggu hasil pemeriksaan terbaru dari tim medis terkait dampak dari keputusan Luka yang memaksakan bermain saat cedera.
"Sekarang yang kami khawatir. Kenapa? Karena kami harus tunggu laporan medis seperti apa kondisi terakhirnya Luka," ungkapnya.
Amiruddin menjelaskan, upaya yang dilakukan Luka merupakan bentuk loyalitas luar biasa bagi klub. Dia menilai kerja keras sang striker untuk menyelesaikan pertandingan di tengah rasa sakit patut diapresiasi.
"Sekali lagi saya berikan respek ke dia setinggi-tingginya karena kerja keras dia, dedikasi dia untuk membantu tim menyelesaikan pertandingan," pungkas Amiruddin.
Untuk diketahui, Luka Cumic tampil heroik saat PSM Makassar menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (4/5). Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, Luka Cumic berhasil mencetak gol kemenangan untuk PSM dengan skor 2-1.
Namun, petaka bagi Luka Cumic datang di pengujung laga. Dia terlibat benturan keras dengan pemain Bhayangkara FC saat turun membantu pertahanan PSM yang digempur habis-habisan.
Akibatnya, Luka harus diberi tindakan medis. Bahkan harus ditandu keluar lapangan.
Namun setelah itu, Luka yang cedera menolak untuk ditarik keluar. Dia memilih melanjutkan pertandingan meski berulang kali terlihat tak bisa berkutik saat mendapat bola.
(ata/sar)










































